Suara.com - Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic tampak tidak puas dengan kepemimpinan wasit Yeni Krisdianto saat timnya takluk 2-3 dari Bhayangkara FC pada pertandingan pekan ke-25 Liga 1 2019.
Menurut Darije Kalezic, banyak keputusan wasit asal Jawa Timur itu yang merugikan timnya dalam laga di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Gol kemenangan Bhayangkara FC dibuat oleh Lee Yujun menit keenam dan Bruno Matos menit 51 dan 64. Sementara PSM dibuat oleh Rizky Pellu menit 33 dan Ferdinan Sinaga menit 85.
"Kami memang sudah perkirakan pertandingan bakal sulit hari ini, tapi bagaimana saya harus memaparkannya bahwa jelas ini bukan datang dari emosional belaka. Karena saya harus beri tahu saya secara emosi tidak terpengaruh soal emosi tersebut," kata Darije Kalezic usai pertandingan.
"Kalian Jurnalis, coba lihat kembali pertandingan (lawan Bhayangkara), berapa free kick dan trow in di sekitar wilayah kita yang mereka dapat?. Lalu, sebelum jauh gol kedua (Herman) Dzumafo nendang bola dan mengenai dadanya dan trow in malah diberikan ke Bhayangkara," ucapnya.
"Saya mulai (pertandingan) dari menit pertama, lalu saya tanya kapan (situasi) ini berhenti dan itu baru berhenti menit 90," ia menambahkan.
Meski merasa dirugikan pada pertandingan ini, Kalezic tetap memuji anak asuhannya. Mereka tetap berusaha meski wasit tidak merugikan timnya.
"Saya bangga kepada pemain saya dan cara mereka bermain, tidak ada seorang pun yang marah kepada mereka. Mereka bermain sangat bagus," ucapnya.
Baca Juga: 5 Berita Menarik Bola : Persebaya Dikalahkan PSS Sleman, Bonek Ngamuk
Sama halnya dengan Kalezic, Rivky Mokodompit juga mengeluhkan wasit. Ia berharap wasit bisa lebih baik lagi ke depannya.
"Laga berjalan cukup ketat dan sangat disiplin. Saya ucapkan selamat buat Bhayangkara," ujar Rivky.
"Kami juga sedikit kecewa dengan beberapa keputusan (wasit) yang orang biasa juga lihat dan tahu. Semoga ini jadi koreksi buat sepak bola lebih baik lagi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Cedera dan Masa Peminjaman Jadi Awal Perpisahan
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Paul Munster Resmi Bertahan di Bhayangkara FC, Siap Bangun Tim Lebih Garang Musim Depan
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta
-
Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran
-
Solusi Budget Tipis! Cek Tahun Daihatsu Xenia Bekas di Bawah 100 Juta yang Masih Layak Pinang
-
Kejagung: Status Tersangka Febrie Adriansyah Tetap Berlaku Meski Penyidikan Diambil Alih
-
Hino Perkuat Jaringan Logistik Jawa Timur dengan Dealer Baru di Banyuwangi
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
4 Inspirasi OOTD Y2K Summer Style ala Asa BABYMONSTER yang Playful Abis!
-
Shin Tae-yong Mulai Revolusi di Persija, Pemain Macan Kemayoran Wajib Tunduk pada Aturan Disiplin
-
Tradisi Teknologi Selama 40.000 Tahun di Sulawesi Selatan Terungkap
-
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital