Rully Fauzi | Adie Prasetyo Nugraha
Rabu, 04 Desember 2019 | 23:25 WIB
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster (kiri) dalam jumpa pers usai pertandingan Liga 1 2019 melawan Persija Jakarta di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam. [Suara.com / Adie Prasetyo Nugraha]

Suara.com - Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster membeberkan strategi taktikal yang dipakainya saat timnya menang meyakinkan atas Persija Jakarta dengan skor telak 3-0 di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam. Munster menyebut strategi yang diterapkan selalu berbeda-beda. 

Munster mengakui sudah menganalisa apa yang jadi kekurangan dan kelebihan Persija. Pelatih asal Irlandia Utara telah secara khusus dan seksama mempelajari tiga laga terakhir Persija.

Munster menyebutkan, Tim Macan Kemayoran --julukan Persija-- selalu mengandalkan sosok Marko Simic dan pemain yang bertubuh tinggi untuk mencetak gol. Hal itulah yang dicoba ia antisipasi.

Dari situ, The Guardian --julukan Bhayangkara FC-- bisa memanfaatkan serangan balik cepat, karena Munster melihat lini belakang Persija memiliki celah yang bisa dimanfaatkan.

"Malam ini pemain sangat luar biasa! Mereka (para pemain Bhayangkara FC) menjalankan rencana dan melakukan apa yang harus dilakukan," buka Munster dalam jumpa pers usai pertandingan. 

"Menang banyak gol, tidak kebobolan lagi. Semua pemain yang terlibat dan mempersiapkan untuk laga ini sangat luar biasa," sanjung eks pelatih Timnas Kepulauan Vanuatu itu. 

"Untuk taktik dan strategi, tergantung pada pemain yang ada. Saya harus melihat kelebihan dan kekurangan pemain. JIka pemain ada yang absen, maka saya harus beradaptasi" jelasnya. 

"Seperti Putu (Gede Juni Antara) yang sekarang bermain sebagai stopper. Saya tahu kelebihan dan kekurangan dari bermain transisi dalam serangan balik," celoteh Munster.

Munster juga menyebut jika strategi yang ia terapkan selalu berbeda, tergantung situasi dan kondisi pemain.

"Taktik bisa selalu berubah-ubah tergantung pertandingannya. Tapi, kami selalu berusaha mengasah transisi, mindset, serta mental pemain. Itu sangat mempengaruhi, mental menang harus selalu ada dan kini mereka dapat," pungkasnya.

Tambahan tiga poin sendiri melonjakkan posisi Bhayangkara FC di klasemen sementara Liga 1 2019. Bhayangkara FC naik ke peringkat keempat dengan perolehan 44 poin dari 30 laga.

Sementara itu, kekalahan telak ini membuat Persija turun ke urutan ke-12 klasemen dengan torehan 38 poin dari 30 pertandingan.

Read more...