Suara.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan meminta pelatih Timnas Indonesia yang baru, Shin Tae-yong untuk tidak seperti pendahulunya, Luis Milla ketika membesut skuat Garuda. Ini setelah Shin Tae-yong dikontrak untuk empat tahun ke depan oleh PSSI.
Di dalam kontraknya, Shin Tae-yong akan fokus bersama Timnas Senior Indonesia dan Timnas Indonesia U-20 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021.
Namun, pelatih asal Korea Selatan tersebut juga punya kuasa di timnas level usia seperti U-16, U-19/U-20, serta U-23.
Mochamad Iriawan sendiri secara khusus meminta untuk Shin Tae-yong tinggal di Jakarta agar bisa berkantor di PSSI. Ya, tidak seperti Luis Milla yang lebih memilih tinggal di Bali dan jarang berkunjung ke kantor PSSI.
Selain itu, Iwan Bule --sapaan akrab Mochamad Iriawan-- juga ingin Shin Tae-yong membuat laporan dua minggu sekali terkait timnas, tidak seperti Milla yang membuat laporan satu bulan sekali.
"Terkait klausul kontrak, ada dalam komitmen kami. Kami akan melakukan yang terbaik untuk persiapan. Termasuk kaitannya dengan kedisiplinan pelatih," kata Iwan Bule.
"Ada pelatih yang dulu ingin latihan di Bali terus. Kalau sekarang, saya akan menyuruh pelatih datang ke kantor dan minimal serahkan laporan sebulan sekali. Tapi, saya meminta dua minggu sekali untuk melaporkan perkembangan," jelas mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Sebagaimana diketahui, Shin Tae-yong diminta PSSI membenahi penampilan Timnas Indonesia di sisa laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.
Selain itu, juru taktik Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut juga ditargetkan PSSI menjuarai Piala AFF 2020, yang akan berlangsung akhir tahun depan.
Baca Juga: Otavio Dutra Bertekad Bawa Persija Jakarta Kembali Juara
Berita Terkait
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!