Suara.com - Mantan penyerang Manchester United, Villarreal dan Fiorentina, Giuseppe Rossi mengungkapkan jika ia hampir saja memperkuat Barcelona di era Pep Guardiola dan Juventus di era Antonio Conte berkat performa sensasionalnya pada musim 2010/2011.
Di musim tersebut, Rossi yang masih memperkuat Villarreal memang tampil trengginas. Bagaimana tidak, 32 gol plus 11 gol dibukukan penyerang berusia 33 tahun itu untuk Villarreal dari total 55 laga di lintas ajang.
Diakui Rossi dalam artikel yang diturunkan Marca, ia sejatinya sudah menyepakati kontrak bersama Barcelona pada musim panas 2011.
Akan tetapi, Barcelona dan Villarreal memang tidak mencapai titik temu ihwal harga transfer Rossi yang membuat sang striker urung hijrah ke Camp Nou.
"Musim 2010/2011 bersama Villarreal sungguh spesial buat saya. Sungguh luar biasa karena saya memberikan kontribusi yang begitu fenomenal untuk tim," ucap Rossi.
"Boleh dibilang saya hanya kalah dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sehingga bisa menarik perhatian Barcelona," sambung pemain yang kini membela klub Liga Amerika Serikat (MLS), Real Salt Lake tersebut.
"Kontrak sudah dinegosiasikan, saya sudah mencapai kesepakatan personal dengan Barca. Namun, ada perselisihan mengenai harga transfer, Villarreal meminta lebih besar dari yang mau dibayarkan Barca. Seketika Barcelona mengubah obyektif mereka dan saya tidak jadi hijrah," beber Rossi.
Performa impresif di musim 2010/2011 juga hampir saja membuat Rossi pulang ke Italia untuk bergabung dengan Juventus yang saat itu ditangani Antonio Conte.
Namun saat Juventus melepas penawaran, Villarreal sudah terlanjur menjual bintang mereka yang lain, Santi Cazorla ke Malaga pada jendela transfer musim panas 2011, sehingga memutuskan tak menjual Rossi.
Baca Juga: Bantu Istri Memasak, Gaya Ngabuburit Manahati Lestusen
"Ketika Conte tiba di Juventus, saya juga hampir direkrut ke sana. Tetapi, Villarreal bilang mereka baru saja menjual Cazorla dan tidak bisa kehilangan saya juga," ungkap Rossi.
Rossi sendiri kemudian seolah menemui nasib buruk setelah musim ajaib tersebut. Penyerang jebolan akademi Parma itu mengalami cedera ACL pada awal musim 2011/2012 yang membuatnya absen enam bulan.
Lantas 1/3 akhir musim tersebut, dalam sebuah sesi latihan Villarreal, ACL lutut kanannya juga cedera yang membuat Rossi menepi 10 bulan lagi.
Mantan penyerang Timnas Italia pengoleksi 29 caps (7 gol) itu akhirnya meninggalkan Villarreal pada Januari 2013 untuk pulang kampung dengan gabung Fiorentina.
Tetapi, karier Rossi bersama Fiorentina memang tak secemerlang di Yellow Submarine --julukan Villarreal.
Sementara di Villarreal Rossi mengemas total 82 gol dalam 192 pertandingan, bersama La Viola --julukan Fiorentina-- performa dan kariernya menukik serta lebih banyak dipinjamkan dalam dua musim terakhir kontraknya.
Berita Terkait
-
Phil Foden akan Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2030
-
Ditahan Imbang Everton, Pep Guardiola Pasrah Soal Perburuan Gelar Juara
-
Barcelona Siap Sikut MU dan Arsenal Demi Bintang Muda Bournemouth Rp1,4 Triliun
-
Man City Ditahan Everton, Pep Guardiola Akui Nasib Gelar Juara Tak Lagi di Tangan Sendiri
-
Tepis Rumor Hengkang, Pep Guardiola Tegaskan Man City Kejar Treble Domestik
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?