Suara.com - Fullback serbabisa Safrudin Tahar merupakan salah satu penggawa PSIS Semarang yang bisa dikatakan cukup loyal. Tahar telah memperkuat panji Tim Mahesa Jenar --julukan PSIS-- sejak Januari 2014 dan hingga kini enggan untuk berpindah klub.
Terkait loyalitas alias kesetiannya bersama PSIS, pemain berusia 26 tahun kelahiran Ternate, Maluku Utara ini pun buka suara.
"Menurut saya di PSIS itu sangat nyaman. Kekeluargaan di PSIS, mulai dari pemain baru dan pemain lama sangat terjaga. Maka dari itu saya betah," ungkap Tahar seperti dikutip dari Antara, Senin (11/5/2020).
Pada musim pertamanya membela PSIS setelah meninggalkan PSM Makassar dengan status free transfer, Tahar sendiri langsung menembus skuat inti Mahesa Jenar, yang saat itu masih dibesut Eko Riyadi.
Dan hingga saat ini, Tahar masih menjadi langganan tim utama PSIS saat berlaga di kompetisi liga.
Selain faktor kekeluargaan, Tahar mengungkapkan bahwa keluarganya di Maluku juga menyarankan agar dirinya tetap bertahan di PSIS dan tidak pindah-pindah klub.
"Ada juga saran dari keluarga yang lebih milih saya main di Semarang karena mereka tahu saya sudah lama di sini. Mereka juga menyarankan saya untuk bertahan, karena kalau pindah-pindah klub itu pasti butuh proses adaptasi terus sama teman-teman baru," celoteh Tahar.
Meski betah di PSIS, Tahar sendiri harus rela menahan hasrat untuk kembali unjuk gigi mengolah si kulit bundar karena kompetisi Liga 1 2020 saat ini masih ditangguhkan imbas pandemi COVID-19 di Tanah Air.
Baca Juga: Cerita Egy Maulana, Dicuekin Rekan-rekan Setim di Lechia saat Baru Gabung
Berita Terkait
-
Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Rafinha: Perasaan Saya Campur Aduk
-
Siapa Datu Nova Fatmawati? Bos Baru PSIS Semarang, Istri Bos Persela Lamongan
-
Erick Thohir Jadi Menpora, Bos PSIS Semarang: Ini Tanggung Jawab Berat
-
BREAKING NEWS! Ini Pembagian Grup Pegadaian Championship 2025/2026
-
Gagal di PSIS Semarang, Striker Timnas Burundi Siap Bangkit Bersama Persijap Jepara
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Masih Impresif di Usia 40 Tahun, Luka Modric Bikin Kaka Terkagum-kagum
-
Terjebak di UEA, Rekan Thom Haye Teriak Minta Tolong: Kami Punya Bayi, Keluarkan Kami dari Sini
-
Dewa United Tertinggal dari Manila Digger, Rafael Struick Duduk Manis di Bangku Cadangan
-
Pierluigi Collina Samakan VAR dengan Pernikahan: Awalnya Cinta Mati Lalu Ribut Kecil
-
Teka Teki Pelatih Real Madrid Musim Depan Ada Titik Terang, Eks Chelsea Jadi Kandidat Terkuat
-
Wasit Daniele Doveri Pimpin Derby della Madonnina, Galak ke Inter, Sering Untungkan AC Milan
-
Ditawari Rp2 Miliar untuk Pensiun Dini, Eks Bek Manchester United Melawan: Saya Benci Sir Alex
-
Gareth Bale Ungkap Rahasia: Hampir Bela Manchester United tapi Batal Gegara Ini
-
Perang AS-Israel vs Iran Berpotensi Meluas, Pakar Sebut Piala Dunia 2026 Pasti Ditunda
-
Tok! CAS Tolak Banding FAM, Begini Nasib 7 Pemain Naturalisasi Abal-abal Malaysia