Rully Fauzi
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:55 WIB
Gestur pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019/2020 kontra Manchester City di Etihad Stadium, Manchester, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB. [Oli SCARFF / POOL / AFP]

Suara.com - Langkah juara LaLiga, Real Madrid di kompetisi Liga Champions musim 2019/2020 ini hanya bisa sampai babak 16 besar. Los Blancos bertekuk lutut di hadapan Manchester City setelah kalah agregat 2-4.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane yang pernah membawa Los Blancos juara Liga Champions tiga kali beruntun pada 2016-2018, pun enggan mencari-cari alasan.

Juru taktik berusia 48 tahun itu mengakui jika Manchester City memang bermain apik.

Pada laga leg kedua 16 besar yang dihelat di kandang Manchester City, Etihad Stadium, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB tadi, Real Madrid memiliki target untuk membalikkan ketertinggalan agregat 1-2 setelah tumbang di Santiago Bernabeu pada leg pertama lalu.

Akan tetapi, kenyataannya Karim Benzema dan kawan-kawan harus kembali menelan pil pahit. Real Madrid kembali kalah dengan skor identik 1-2 dan gagal melangkah ke perempatfinal Liga Champions musim ini.

Gol-gol Manchester City ke gawang Real Madrid dicetak oleh Raheem Sterling pada menit kesembilan dan Gabriel Jesus (68'). Kedua gol tersebut berawal dari kesalahan elementer bek tengah Madrid, Raphael Varane.

Sementara itu, Real Madrid hanya bisa menyarangkan satu gol via Karim Benzema (28').

Real Madrid tersingkir, Zidane ternyata mengakui keunggulan Manchester CIty atas timnya.

Pelatih yang akrab disapa Zizou itu juga tak mau larut dalam kekecewaan. Menurutnya, performa Real Madrid di sepanjang musim 2019/2020 ini sudah luar biasa dengan berhasi memenangi LaLiga di momen sulit.

"Ketika Anda kalah, Anda tidak bisa bahagia. Tetapi, kami harus bangga dengan apa yang telah kami lakukan sepanjang musim ini," tutur Zidane sebagaimana dilansir Marca.