Suara.com - Sevilla menajamkan rekornya di ajang Liga Europa setelah berhasil memenangi gelar keenamnya, pasca menaklukkan Inter Milan 3-2 dalam laga final Liga Europa 2019/2020 yang dihelat di RheinEnergieStadion, Cologne, Jerman, Sabtu (22/8/2020) pagi WIB.
Drama lima gol diwarnai aksi "dari pecundang menjadi pahlawan" ketika Diego Carlos mengemas gol penentu kemenangan Sevilla, setelah sebelumnya Luuk de Jong menyumbangkan dua gol.
Kesuksesan ini juga merupakan keberhasilan pertama bagi pelatih Sevilla, Julen Lopetegui untuk memenangi trofi bagi klub yang diasuhnya.
Eks entrenador Real Madrid itu menyusul dua pendahulunya, Juande Ramos (tahun 2006, 2007) serta Unai Emery (2014, 2015, 2016) sebagai pelatih Sevilla yang sukses menjuarai Liga Europa.
Lopetegui juga menyusul Rafael Benitez (2004, 2013), Luis Molowny (1985, 1986), dan Quique Sanchez Flores (2010) sebagai pelatih-pelatih Spanyol yang berjaya di ajang ini.
Sementara bagi playmaker Sevilla, Ever Banega yang musim depan akan memperkuat klub Arab Saudi Al Shahab, trofi Liga Europa tentu menjadi hadiah farewell yang tepat.
Total gelandang berpaspor Argentina itu telah tiga kali menjuarai Liga Europa dalam balutan seragam Sevilla.
Dengan raihan enam trofi, Sevilla sendiri kian mengukuhkan diri sebagai klub tersukses di ajang Liga Europa.
Enam kali menembus final, enam kali pula pasukan Los Nervionenses --julukan Sevilla-- berhasii jadi kampiun.
Baca Juga: Tundukkan Inter Milan, Sevilla Kampiun Liga Europa 2019/2020
Berikut daftar juara Liga Europa dalam satu dasawarsa terakhir:
2019/2020 Sevilla
2018/2019 Chelsea
2017/2018 Atletico Madrid
2016/2017 Manchester United
2015/2016 Sevilla
2014/2015 Sevilla
2013/2014 Sevilla
2012/2013 Chelsea
2011/2012 Atletico Madrid
2010/2011 Porto
Berikut daftar juara terbanyak Liga Europa (dan sebelumnya Piala UEFA) sepanjang masa:
6 - Sevilla
3 - Juventus, Inter Milan, Liverpool, Atletico Madrid
2 - Borussia Monchengladbach, Tottenham Hotspur, Real Madrid, IFK Goeteborg, Parma, Feyenoord, Porto, Chelsea
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
Freiburg Singkirkan Braga Dramatis, Tantang Aston Villa di Final Liga Europa
-
Aston Villa Hancurkan Nottingham Forest 4-0, Lolos ke Final Liga Europa
-
Wakil Presiden Inter Milan Pesimistis Bisa Rekrut Nico Paz
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati