Suara.com - Kai Havertz dikabarkan sudah semakin dekat bergabung dengan Chelsea. Namun Direktur Olahraga Bayer Leverkusen Rudi Voller menepis kabar tersebut.
Chelsea sudah dihubungkan dengan pemain internasional Jerman itu selama beberapa bulan terakhir. Klub asal London ini memang sedang memperkuat klubnya untuk menghadapi Premier League musim depan.
Sementara laporan media, Senin (25/8/2020) telah mengklaim bahwa kedua klub telah mencapai kesepakatan. Leverkusen dikabarkan sudah setuju tawaran senilai 80 juta Euro (setara Rp 1,37 triliun) plus add-ons 20 juta Euro (setara Rp 344 miliar).
Sebelumnya, Bayer Leverkusen telah membandrol Kai Harvest dengan harga sebesar 100 jura Euro . Klub Bundesliga ini pun bersikeras tidak akan menurunkan harga pemain berusia 21 tahun itu walau sedang dalam kondisi pandemi,.
Rudi Voller pun kembali bersuara membantah kabar tersebut dan bersikukuh tidak ada kesepakatan seperti itu yang tercapai. "Ini omong kosong," katanya kepada DPA seperti dilansir Sportskeeda.
Namun, jika Havertz akhirnya bergabung dengan Chelsea, dia akan mengikuti Hakim Ziyech dari Ajax dan pemain Jerman lainnya Timo Werner yang telah lebih dulu bergabung di klub tersebut untuk musim depan.
Chelsea memang tidak bisa mendatangkan pemain pada dua bursa transfer terakhir karena larangan yang diberlakukan karena pelanggaran aturan terkait dengan penandatanganan pemain muda.
Kini, The Blues memiliki dana besar guna mempersiapkan skuatnya untuk bersaing menghadapi musim depan. Ben Chilwell, Thiago Silva dan Sergio Reguilon juga dikaitkan dengan kepindahan ke Stamford Bridge.
Baca Juga: Dalam Waktu Dekat Tiga Pemain Merapat ke Chelsea, Siapa Mereka?
Berita Terkait
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Baru Datang, Xabi Alonso Diancam Striker Chelsea: Jadikan Saya Starter atau...
-
Tak Lolos Liga Champions, Chelsea Terancam Kehilangan Cole Palmer
-
Era Baru Manchester City Tanpa Guardiola! Enzo Maresca Siap Bajak Dua Bintang Chelsea
-
Pelatih Interim Chelsea Akui Inkonsistensi Jadi Penyebab Gagal ke Eropa
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions