Bola / Bola Indonesia
Rabu, 09 September 2020 | 14:33 WIB
Pelatih timnas senior, Alfred Riedl. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Meninggalnya mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, membuat sedih seluruh pecinta sepakbola Tanah Air. Terutama bagi para pemain yang pernah bekerja sama langsung dengannya, seperti Bambang Pamungkas.

Pesepakbola yang kini menjadi manajer Persija Jakarta itu merasa kehilangan pelatih asal Austria itu. Meskipun lelaki yang akrab disapa Bepe itu menyebut bukan karier terbaiknya membela tim nasional saat Riedl jadi arsitek.

Bepe dan Riedl punya cerita sendiri. Itu terjadi pada 2010 di mana sang mendiang menjadi pelatih timnas Indonesia untuk Piala AFF.

Momen Irfan Bachdim bersama pelatih Alfred Riedl. (Instagram/ibachdim)

Ketika itu, banyak publik yang menilai bahwa Bambang Pamungkas sudah 'habis'. Namun, siapa sangka Riedl tetap memboyongnya bersama dua striker yang ketika itu sedang naik daun Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales.

Riedl menyebutkan Bepe memiliki peran tersendiri meski tidak dimainkan. Sosok kepemimpinan legenda Persija ini dibutuhkan oleh rekan-rekan lainnya.

Ketika kejuaraan tersebut berlangsung, Bepe berhasil membuktikan bahwa Riedl tidak salah memilih pemain. Dua gol berhasil diciptakannya lewat titik putih untuk kemenangan Indonesia 2-1 ketika berhadapan dengan Thailand pada laga pamungkas Grup A, 7 Desember 2010.

Kemenangan itu membuat skuat Garuda lolos ke babak berikutnya sebagai juara grup ditemani Malaysia yang berada di bawahnya.

Justru hasil tersebut membuat Thailand tersingkir di fase grup, karena sejatinya mereka harus menang melawan Indonesia agar lolos ke babak selanjutnya. Sayang, Indonesia gagal menjadi juara setelah tim besutan Alfred Riedl ini kalah di final oleh Malaysia dengan agregat 2-4.

Mantan penyerang Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas. [ADEK BERRY / AFP]

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Coach Alfred Riedl. Alfred adalah sosok yang tegas, solid, dan selalu menilai segala sesuatu secara fair," kata Bepe dikutip dari akun Instagram miliknya @bepe20, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga: Harapan Sutan Zico di Hari Olahraga Nasional ke-37

"Saya harus jujur, jika selama Alfred memegang kendali tim nasional bukanlah masa-masa terbaik saya," ia menambahkan.

Pesepakbola yang pernah berkarier di Selangor FA itu menyebut banyak belajar dari sosok Riedl. Oleh karena itu, ia berterima kasih atas apa yang sudah diberikan Riedl khususnya untuk sepakbola Indonesia.

"Sebagai pribadi maupun pesepakbola, saya banyak belajar tentang apa itu etos kerja, dan profesionalisme. Siapa pun yang pernah bekerja sama dengan Alfred saya yakin merasakan hal yang sama," jelas Bepe.

"Terima kasih untuk semua yang telah engkau berikan bagi sepakbola Indonesia. Doa terbaik untuk almarhum, dan keluarga yg ditinggalkan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Riedl pernah menukangi Timnas Indonesia pada tiga kesempatan berbeda, yakni 2010-2011, 2013-2014, dan 2016.

Dari tiga kesempatan tersebut, prestasi terbaiknya adalah membawa skuat Merah Putih menjadi runner up di Piala AFF 2010 dan 2016.

Load More