Suara.com - Marseille mengaku memiliki cuplikan video yang menunjukkan Neymar telah melontarkan hinaan rasial kepada bek kanan tim itu yang berasal dari Jepang, Hiroki Sakai, saat mereka menang melawan Paris Saint-German beberapa waktu lalu, kata seorang sumber di Marseille seperti dikutip AFP, Rabu (23/9/2020).
Sumber itu menyebutkan bahwa tim asuhan Andre Villas-Boas tersebut memiliki bukti bahwa penyerang asal Brazil itu menyampaikan komentar rasis dalam dua kesempatan.
"Kami tak punya komentar. Kami mempercayakan semua kepakaran dan analisis kami kepada para penyelidik liga," kata juru bicara Marseille.
Sebelumnya, pemain termahal dunia itu mengakui menjadi korban serangan rasis bek Marseille Alvaro Gonzalez dalam laga yang membuat lima pemain termasuk Neymar diganjar kartu merah itu.
Pekan lalu surat kabar Brazil Globo Esporte menyatakan PSG sudah mengirimkan video insiden itu kepada Liga Prancis (LFP) "dalam upaya memberikan bukti bahwa Neymar korban rasisme".
Tiga pakar pembaca gerak bibir dari Brazil yang diwawancarai oleh Globo TV beberapa waktu lalu sepakat bahwa Gonzalez menyebut Neymar dengan "mono" --monyet dalam bahasa Spanyol-- setelah menyaksikan cuplikan video dari stasiun televisi Prancis Telefoot.
Namun pakar pembaca gerakan bibir lainnya terutama dari negara asal Gonzalez, Spanyol, telah menganalisa video yang sama dan tidak menemukan bukti sang bek melontarkan hinaan rasis.
Menurut sejumlah laporan media Spanyol, Neymar justru yang melontarkan kalimat anti-homo kepada Gonzalez.
Seorang sumber PSG berkata kepada AFP bahwa tuduhan itu tidak berdasar.
Baca Juga: Pernah Dekat dengan Neymar, Model Cantik Ini Resmi Dilamar Winger Juventus
LFP yang melarang Neymar tampil dalam dua pertandingan gara-gara insiden itu telah menggelar penyelidikan atas tudingan yang sudah dibantah oleh Gonzalez itu.
Pada Rabu pemain PSG Angel Di Maria menghadapi sidang perilaku indisipliner setelah Gonzalez diduga diludahi oleh pemain sayap Argentina dalam pertandingan tersebut.
Cuplikan tayangan televisi menunjukkan Di Maria memang ada dalam keributan itu namun dia menghindari terkena hukuman dari wasit. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah PSG Ingin Rekrut Bek Timnas Indonesia Jay Idzes?
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
-
Comeback yang Berakhir Air Mata: Mengapa Piala Dunia 2026 Jadi Mimpi Buruk Neymar?
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Tiga Kata Neymar Umumkan Gantung Sepatu Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Peternak Rugi Ratusan Juta Gegara Listrik Padam, Bos PLN Diminta Tanggung Jawab
-
Takut Birokrasi Ribet dan Jalan Rusak, Warga Bawa Jenazah Bocah 8 Tahun Pakai Motor
-
Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam, John Herdman Akui Kalah Taktik, Rizky Ridho Minta Maaf
-
ASICS Novablast vs HOKA Clifton untuk Daily Trainer, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sindiran Keras Kebijakan Tukin TNI: Seperti Tahu Bulat, Digoreng Dadakan
-
Wardah BB Tint Shade Neutral Fair Cocok untuk Kulit Apa? Ini Review Lengkap dan Keunggulannya!
-
Mata Air dan Sumur Mengering, 90 Jiwa di Bogor Selatan Terdampak Bencana Kekeringan
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?
-
Guru Besar UGM Semprot Kenaikan Tukin TNI-Kemenhan: Pemerintah Pesta, Rakyat Cuci Piring
-
Gawat! 50 Persen SPPG di Banten Belum Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi