Suara.com - Manchester United dipastikan tersingkir dari Liga Champions 2020/2021 usai tumbang di laga terakhir Grup H saat bertandang ke markas RB Leipzig. Skuat Setan Merah menelan kekalahan 2-3.
Leipzig unggul cepat melalui gol Angelino di menit ke-2. Kemudian disusul dua gol lainnya oleh Amadaou Haidara pada menit ke-13 dan Justin Kluivert di babak kedua tepatnya menit ke-69.
Asa Manchester United sempat bangkit dengan mencetak dua gol balasan lewat penalti Bruno Fernandes (80') dan Paul Pogba dua menit kemudian. Sayang, MU hanya bisa membalas dua gol saja, mereka tetap keok 3-2.
Dengan hasil ini, Manchester United tersingkir dari Liga Champions dan terlempar ke "liga malam Jumat" alias Liga Europa. Mereka mengantongi sembilan poin, meski sama dengan poin PSG, tetapi Manchester United kalah head to head.
Tersingkir Manchester United mendapat sorotan dari warganet, terutama dari Indonesia. Banyak yang mencuitkan kalimat "Gini Doang Nih Grup Neraka" di Twitter hingga akhirnya menjadi trending topic nomor satu.
Warganet Indonesia menyindir kesombongan akun Twitter Manchester United versi bahasa Indonesia.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Twitter Setan Merah sempat berkicau "Gini Doang Nih Grup Neraka?" usai sukses mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dan Leipzig.
Sehingga tidak sedikit yang mengira bahwa tersingkirnya Manchester United merupakan sebuah karma dari kesombongan akun Twitter Setan Merah versi bahasa Indonesia.
"Gini doang nih grup neraka? Menang kami sombong, imbang kami sedikit sombong, kalah kami ungkit sejarah #GOGOAMU," tulis @tuann muda Edo.
Baca Juga: Kisah Fisioterapis Timnas Indonesia U-19 yang Sering Digandeng Selebriti
"Gini doang nih grup neraka? Ngakak wkwkwk munyuk terknock," tulis @ardianasidik.
"Kondisi Admin @ManUtdID yg kemarin bikin postingan GINI DOANG NIH GRUP NERAKA," tulis @mafiawasit.
Tak lolos dari fase grup Liga Champions, Manchester United akan tampil di babak 32 besar Liga Europa dan bergabung bersama beberapa klub Inggris lain seperti Arsenal, Leicester City, dan Tottenham Hotspur.
Berita Terkait
-
Barcelona vs Juventus: Strategi Pirlo Bikin Lini Tengah Blaugrana Menderita
-
Detik-detik Pemain PSG dan Basaksehir Walk-out karena Wasit Rasis
-
Buffon Si Tua-tua Keladi yang Bikin Lionel Messi Frustasi
-
Congratulazioni! Juventus Juara Grup G dan Lolos, MU Malah Terlempar
-
Terlempar ke 'Liga Malam Jumat', Pemain MU Diminta Tetap Tegakan Kepala
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati