Suara.com - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Thomas Tuchel berharap-harap cemas menunggu hasil pemindaian Neymar setelah pemainnya ditandu saat meninggalkan lapangan ketika timnya dikalahkan Lyon 0-1, Senin (14/12/2020) dini hari WIB.
Neymar dilaporkan mengalami cedera pergelangan kaki serius setelah dijatuhkan Thiago Mendes di menjelang akhir pertandingan.
Pemain asal Brasil tersebut terlihat menangis saat ditandu meninggalkan lapangan, dengan Mendes mendapatkan kartu merah setelah wasit meninjau VAR.
Saat ditanya tentang Neymar pasca pertandingan, Tuchel mengatakan bahwa ia masih harus menunggu hasil pemeriksaan tim medis.
"Tidak ada berita, ia bersama dokter dan kami harus menunggu pemeriksaan besok," ujar Tuchel kepada Telefoot yang dikutip Antara Goal.
Cedera Neymar menambah kesengsaraan PSG saat juara Prancis itu mengalami kekalahan keempat mereka di Ligue 1 musim ini dan kekalahan kandang pertama dari rival sekota Lyon di liga sejak 2007.
Hasil tersebut membuat PSG berada di posisi ketiga dalam klasemen Ligue 1, satu poin di belakang pemuncak klasemen Lille dan Lyon dari 14 pertandingan.
"Sangat jelas kami tidak siap untuk memainkan pertandingan kompetitif. Kami membuat kesalahan mudah dalam situasi berbahaya," kata Tuchel, yang timnya hanya mencatatkan tujuh percobaan.
"Kami tidak bermain dengan disiplin, kami tidak mengikuti rencana. Kami melihat tim yang sangat lelah secara mental setelah Manchester United, Montpellier dan (Istanbul) Basaksehir."
Baca Juga: Hasil Liga Prancis: Lyon Pecundangi PSG 1-0 di Parc des Princes
"Ini bukan pertandingan yang bagus secara umum, saya melihat pertandingan dengan tingkat yang sangat rendah," tambahnya.
"Itu tidak mengubah apa pun, Anda tidak pernah bisa mengontrol hasil, tetapi penampilan ini tidak cukup. Itu salah kami. Bila kami memberikan terus memberikan lawan peluang, itu berarti kami bermain tidak cukup serius karena kami memiliki kualitas untuk menang setiap pertandingan."
"Kami akan berusaha lagi. Kami membuat beberapa langkah ke depan, tetapi hari ini adalah langkah mundur yang besar."
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah PSG Ingin Rekrut Bek Timnas Indonesia Jay Idzes?
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
-
Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal
-
Iker Casillas Sebut Taktik Thomas Tuchel Bikin Inggris Jadi Pengecut di Piala Dunia 2026
-
Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
-
Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan
-
Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus
-
Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial
-
Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah