Suara.com - Manuel Baum menjadi pelatih kedua musim ini yang dipecat klub Liga Jerman Schalke setelah timnya tak kunjung menang dalam 28 pertandingan liga dan kini sedang mencari manajer ketiga dalam kurun empat bulan terakhir.
Royal Blues yang merupakan klub Jerman ketiga terbesar setelah Bayern Munich dan Borussia Dortmund tengah berjuang mati-matian menghindari ancaman degradasi di tengah kesulitan keuangan dan konflik internal manajemen klub itu.
Schalke sedang mendekati rekor kekalahan terbanyak sepanjang masa yang dicatat Tasmania Berlin dengan 31 laga tanpa menang yang belum terpecahkan sejak liga ini dibentuk pada 1966.
"Klub ini sudah menjadi bagian identitas kami sejak lama," kata Almir Numic, direktur eksekutif Tasmania yang juga penggemar Dortmund, kepada ESPN bulan lalu. Dia berharap Schalke tidak akan menyamai rekor buruk itu.
Schalke bisa memecahkan rekor yang tak ingin dipecahkannya itu pada 17 Januari yang tepat satu tahun setelah kemenangan terakhirnya kala melawan Borussia Monchengladbach, jika mereka kalah melawan Bielefeld, Hertha Berlin, Hoffenheim dan Eintracht Frankfurt dalam empat pertandingan kedepannya.
Huub Stevens (67) ditunjuk menjadi pelatih caretaker untuk dua laga terakhir pada 2020.
Sudah dililit utang sebelum pandemi virus corona, dampak COVID-19 terhadap kondisi keuangan telah membuat klub itu menghadapi masalah besar di luar lapangan.
Para penggemarnya sulit mempercayai keadaan yang tengah dihadapi klub kesayangannya itu yang sedang berada di jurang kehancuran.
"Klub ini tengah terdisintegrasi. Dari sudut olah raga, keuangan sampai masalah etik," kata penggemar bernama Daniel Files kepada ESPN yang dimuat Antara.
Baca Juga: Prediksi Barcelona Vs Valencia, Peluang Barcelona Dekati Real Madrid
Schalke sempat berharap bisa menghindarkan kejatuhan di bawah asuhan Baum yang menggantikan David Wagner setelah tak pernah menang dalam 18 laga berturut-turut sejak Januari silam.
Bulan lalu klub ini kian terjerembab dalam kekacauan setelah memecat direktur keuangannya, menskorsing dua pemain tim intinya dan berpisah dengan pemain ketiga yang bahkan baru bergabung awal musim ini.
Berita Terkait
-
Arogansi di Ruang Ganti, Terungkap Alasan Arne Slot Dipecat Liverpool
-
1248 Pemain di Piala Dunia 2026: Manchester City Penyumbang Terbanyak di 12 Negara
-
Pemain Bundesliga Jadi Mentor Khusus Mathew Baker Selama FIFA Match Day, Siapa?
-
Wolfsburg Resmi Degradasi dari Bundesliga setelah 28 Tahun
-
Hattrick Harry Kane Antar Bayern Munich Juara DFB-Pokal 2026!
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
5 Tips Meletakkan Sepatu di Rumah Menurut Feng Shui agar Rezeki Tidak Seret
-
3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 18 Juli 2026, Rezeki dan Peluang Menghampiri
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU