Bola / Liga Inggris
Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:57 WIB
Arne Slot dipecat karena laporan menyebutkan ia arogan di ruang ganti. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Manajemen Liverpool resmi memecat Arne Slot setelah performa tim merosot ke peringkat kelima pada akhir musim 2024/2025.
  • Penurunan prestasi terjadi meski klub telah mengeluarkan dana belanja pemain sebesar 450 juta poundsterling pada bursa transfer.
  • Keputusan pemecatan diambil karena sikap arogansi Arne Slot merusak keharmonisan ruang ganti dengan menyindir sejumlah pemain bintang.

Suara.com - Masa bakti Arne Slot sebagai nakhoda Liverpool resmi berakhir setelah dirinya dibebastugaskan dari jabatan pelatih kepala pada akhir pekan lalu.

Juru taktik asal Belanda tersebut sebenarnya menorehkan awal kepemimpinan yang luar biasa gemilang pasca kepergian Jurgen Klopp.

Di bawah kendalinya, The Reds sukses mengunci trofi juara Premier League musim 2024/2025 secara meyakinkan.

Manajemen klub bahkan memberikan dukungan penuh dengan menggelontorkan dana fantastis mencapai 450 juta poundsterling untuk belanja pemain baru pada bursa transfer musim panas lalu.

Alih-alih mempertahankan konsistensi, grafik permainan Liverpool justru merosot tajam pada musim keduanya hingga akhirnya terlempar ke peringkat kelima klasemen akhir Premier League musim ini.

Penurunan performa yang drastis ini membuat Slot gagal melewati proses evaluasi akhir musim yang dipimpin oleh Richard Hughes dan Michael Edwards.

Keduanya sepakat mengambil langkah tegas untuk menyudahi kerja sama dengan sang manajer.

Respon Santai Florian Wirtz Usai Gol Perdananya ke Gawang Sunderland Dianulir [Instagram]

Seiring dengan keputusan pemecatannya tersebut, berbagai laporan mendalam kini mulai bermunculan ke publik yang membeberkan retaknya keharmonisan di ruang ganti Liverpool.

Berdasarkan laporan dari media Jerman SPORT BILD, Slot ditengarai kehilangan kendali atas tim akibat pembawaan dirinya yang dinilai sangat arogan, sehingga membuat sejumlah pemain bintang di Anfield merasa sangat tidak nyaman.

Baca Juga: Bukan Jangka Panjang, Ini Alasan Andoni Iraola Hanya Mau 2 Tahun di Liverpool

Ia dilaporkan kerap meremehkan kontribusi para pemain baru terhadap kesuksesan klub merengkuh gelar juara liga, serta kerap melontarkan kalimat bernada sinis kepada para pemain yang didatangkan dari kompetisi Bundesliga Jerman.

Padahal, barisan pemain bintang di kubu Merseyside saat ini banyak yang memiliki rekam jejak karier di kompetisi Jerman tersebut.

Media SPORT BILD secara rinci membedah bagaimana pendekatan personal Slot yang awalnya dinilai hangat justru berubah menjadi bumerang bagi keharmonisan tim.

"Salah satu masalahnya adalah cara dia menangani para pemain bintang," tulis laporan tersebut.

"Meski pada awal musim dia mendapat pujian karena pendekatannya yang sensitif setelah meninggalnya Diogo Jota, di sisi lain dia dianggap telah melewati batas."

"Kritik yang objektif mulai bercampur dengan sikap arogan dan sindiran yang bersifat pribadi," sambung laporan itu.

Load More