- Manajemen Liverpool resmi memecat Arne Slot setelah performa tim merosot ke peringkat kelima pada akhir musim 2024/2025.
- Penurunan prestasi terjadi meski klub telah mengeluarkan dana belanja pemain sebesar 450 juta poundsterling pada bursa transfer.
- Keputusan pemecatan diambil karena sikap arogansi Arne Slot merusak keharmonisan ruang ganti dengan menyindir sejumlah pemain bintang.
Suara.com - Masa bakti Arne Slot sebagai nakhoda Liverpool resmi berakhir setelah dirinya dibebastugaskan dari jabatan pelatih kepala pada akhir pekan lalu.
Juru taktik asal Belanda tersebut sebenarnya menorehkan awal kepemimpinan yang luar biasa gemilang pasca kepergian Jurgen Klopp.
Di bawah kendalinya, The Reds sukses mengunci trofi juara Premier League musim 2024/2025 secara meyakinkan.
Manajemen klub bahkan memberikan dukungan penuh dengan menggelontorkan dana fantastis mencapai 450 juta poundsterling untuk belanja pemain baru pada bursa transfer musim panas lalu.
Alih-alih mempertahankan konsistensi, grafik permainan Liverpool justru merosot tajam pada musim keduanya hingga akhirnya terlempar ke peringkat kelima klasemen akhir Premier League musim ini.
Penurunan performa yang drastis ini membuat Slot gagal melewati proses evaluasi akhir musim yang dipimpin oleh Richard Hughes dan Michael Edwards.
Keduanya sepakat mengambil langkah tegas untuk menyudahi kerja sama dengan sang manajer.
Seiring dengan keputusan pemecatannya tersebut, berbagai laporan mendalam kini mulai bermunculan ke publik yang membeberkan retaknya keharmonisan di ruang ganti Liverpool.
Berdasarkan laporan dari media Jerman SPORT BILD, Slot ditengarai kehilangan kendali atas tim akibat pembawaan dirinya yang dinilai sangat arogan, sehingga membuat sejumlah pemain bintang di Anfield merasa sangat tidak nyaman.
Baca Juga: Bukan Jangka Panjang, Ini Alasan Andoni Iraola Hanya Mau 2 Tahun di Liverpool
Ia dilaporkan kerap meremehkan kontribusi para pemain baru terhadap kesuksesan klub merengkuh gelar juara liga, serta kerap melontarkan kalimat bernada sinis kepada para pemain yang didatangkan dari kompetisi Bundesliga Jerman.
Padahal, barisan pemain bintang di kubu Merseyside saat ini banyak yang memiliki rekam jejak karier di kompetisi Jerman tersebut.
Media SPORT BILD secara rinci membedah bagaimana pendekatan personal Slot yang awalnya dinilai hangat justru berubah menjadi bumerang bagi keharmonisan tim.
"Salah satu masalahnya adalah cara dia menangani para pemain bintang," tulis laporan tersebut.
"Meski pada awal musim dia mendapat pujian karena pendekatannya yang sensitif setelah meninggalnya Diogo Jota, di sisi lain dia dianggap telah melewati batas."
"Kritik yang objektif mulai bercampur dengan sikap arogan dan sindiran yang bersifat pribadi," sambung laporan itu.
Berita Terkait
-
Wonderkid Rp2 Triliun Ini Dirumorkan Jadi Rekrutan Pertama Andoni Iraola di Liverpool
-
Jadi Manajer Baru Liverpool, Andoni Iraola: Saya Sangat Bersemangat!
-
Andoni Iraola Resmi Jadi Manajer Liverpool, Langsung Dibebani Target Tinggi
-
1248 Pemain di Piala Dunia 2026: Manchester City Penyumbang Terbanyak di 12 Negara
-
Pernah Dilatih Andoni Iraola, Bek PSG Ilya Zabarnyi Masuk Radar Transfer Liverpool
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus
-
3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish
-
Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas
-
Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri