Suara.com - Paris Saint-Germain yang menyandang status klub kaya raya, ternyata tak bisa mendatangkan pemain seenaknya saja, termasuk pelatih. Kabar terbaru, Les Parisiens gagal menunjuk Massimiliano Allegri jadi nakhoda tim gara-gara syarat gaji yang terlalu tinggi.
PSG kini memang sedang mencari pelatih baru setelah memecat Thomas Tuchel. Kemudian nama yang paling diburu adalah Massimiliano Allegri, meski masih ada beberapa kandidat lain.
Menyadur dari Football Italia, hasrat PSG merekrut Massimiliano Allegri dipastikan gagal. Sebab mereka tak bisa memenuhi tuntutan gaji eks pelatih AC Milan dan Juventus itu, yang dinilai terlalu tinggi.
Massimiliano Allegri diklaim meminta gaji mencapai 12 juta euro (Rp 208 miliar) per musim. Angka tersebut ternyata tak mampu dipenuhi oleh manajemen PSG, sehingga memutuskan tak jadi merekrut pelatih yang kini masih nganggur itu.
Hasrat PSG menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru sebenarnya sudah memasuki tahap serius. Direktur Olahraga PSG, Leonardo, dilaporkan sudah menjalin kontak dengan perwakilan Allegri.
Massimiliano Allegri sendiri terakhir kali melatih Juventus. Bersama raksasa Serie A itu, ia sukses meraih lima scudetto, empat trofi Coppa Italia, dan dua gelar Supercoppa Italia.
Dengan demikian, calon pelatih baru PSG kini mengerucut pada nama eks Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. Selain itu, masih ada Thiago Motta yang dulu pernah jadi pemain Les Parisiens.
Thiago Motta menghabiskan enam tahun di PSG dari periode 2012-2018 dan juga sudah memiliki pengalaman melatih tim utama sebuah klub, yakni klub Italia Genoa. Namun periodenya sangat singkat pada Oktober-Desember 2019, hingga akhirnya dipecat karena hasil-hasil buruk.
Baca Juga: Belum Pasti Pochettino, 2 Sosok Ini Juga Kandidat Pelatih Baru PSG
Tag
Berita Terkait
-
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029
-
Era Baru Timnas Italia, FIGC Tunjuk Duet Leonardo dan Paolo Maldini
-
Jadwal World Climbing Series Chamonix 2026: Veddriq Leonardo Cs Siap Beraksi!
-
Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition
-
Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Universitas Brawijaya Gandeng CNGR dan Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri