Bola / Liga Spanyol
Jum'at, 01 Januari 2021 | 17:27 WIB
Gestur Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane usai laga kontra Eibar dalam pertandingan La Liga yang berlangsung di Estadio Municipal de Ipurua, Senin (21/12/2020). [AFP]

Suara.com - Tahun 2020 merupakan tahun yang emosional bagi Real Madrid. Kegembiraan, kesedihan dan konflik mewarnai perjalanan Los Blancos besutan Zinedine Zidane.

Namun yang patut diacungi jempol, kenyataannya adalah Zidane dengan semua keterbatasannya, mampu membawa anak-anak asuhnya melalui semua peristiwa dalam 365 hari terakhir.

Peristiwa yang membuat Madridistas-- suporter setia Real Madrid-- menderita, gembira dan marah.

Dua gelar diraih Zidane di tahun 2020, tahun di mana dunia di landa pandemi COVID-19. Mereka memang gagal di Liga Champions, akan tetapi trofi Piala Super Spanyol (Supercopa de Espana) dan gelar La Liga yang mereka rebut dari Barcelona merupakan berkah tak ternilai.

Real Madrid juara La Liga 2020 usai mengalahkan Villareal 2-1 di Santiago Bernabeu, Jumat (17/7/2020) dini hari WIB. (AFP/Gabriel Bouys)

Supercopa de Espana

Tahun ini tidak dimulai dengan buruk bagi Real Madrid. Los Blancos merebut trofi pertama tahun ini dalam bentuk Supercopa de Espana.

Setelah semifinal yang mengesankan melawan Valencia, Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid melalui adu penalti, yang hanya bisa mereka lakukan karena umpan pintar Fede Valverde melawan Alvaro Morata.

Meski tanpa Eden Hazard dan Karim Benzema, tim asuhan Zinedine Zidane mengklaim kemenangan besar.

Segalanya berjalan baik dari sana, tetapi kampanye Liga Champions berubah suram dengan diusirnya Sergio Ramos melawan Manchester City, yang membuat tim asuhan Pep Guardiola kembali untuk menjatuhkan mereka dari Eropa.

Baca Juga: Resolusi Kiper Muda Persib di 2021: Raih Kepercayaan Shin Tae-yong

Dengan COVID-19 di depan mata, Los Blancos mengalahkan Barcelona di pertandingan terakhir yang dimainkan di Estadio Santiago Bernabeu, yang membuat mereka unggul di LaLiga Santander.

Gelandang Real Madrid Martin Odegaard coba mempertahankan bola dari para pemain Shakhtar Donetsk di laga Grup B Liga Champions di Olimpiyskiy stadium, 1 Desember 2020. [Sergei SUPINSKY / AFP]

Masa-masa Sulit Pasca Lockdown

Setelah lockdown, Real Madrid merangkai sepuluh kemenangan beruntun dan kemudian memenangkan gelar La Liga.

Meski demikian, di bursa transfer musim panas Real Madrid memutuskan untuk tidak melakukan belanja pemain. Kenyataan yang sulit namun diterima dengan lapang dada oleh pelatih Zinedine Zidane.

Real Madrid menarik kembali Martin Odegaard dari masa peminjamannya di Real Sociedad. Alhasil, mereka mengalami kesulitan di sepanjang musim 2020/21.

Bahkan Real Madrid nyaris gagal di fase grup Liga Champions, meski akhirnya mereka mampu bangkit di laga terakhir dan mengantongi tiket babak 16 besar.

Load More