Suara.com - Manchester City menantang Tottenham Hotspur di partai final Piala Liga Inggris seusai mengalahkan rival sekotanya Manchester United 2-0 dalam laga semifinal di Stadion Old Trafford, Rabu waktu setempat atau Kamis (7/1/2021) dini hari WIB.
Tuan rumah sempat mengancam lebih dulu melalui sepakan jarak jauh Bruno Fernandes saat laga baru berlangsung sembilan menit, tetapi kiper Zack Steffen melakukan aksi penyelamatan gemilang untuk menepisnya.
Empat menit kemudian, tensi permainan dinaikkan oleh City dan Kevin de Bruyne hampir membawa mereka unggul, jika saja tembakannya yang sudah tak terjangkau kiper Dean Henderson tak dimentahkan oleh tiang gawang.
Kedua tim terus saling serang, tetapi skor nirgol bertahan hingga turun minum.
Lima menit memasuki babak kedua, John Stones memecahkan kebuntuan untuk membuat City unggul ketika ia menyambut umpan tendangan bebas Phil Foden dengan pahanya yang memperdaya Henderson.
Wasit Martin Atkinson sempat berkonsultasi singkat atas dugaan offside sebelum akhirnya mengesahkan gol Stones tersebut.
Gol itu membuat alur pertandingan hampir berubah sepenuhnya dan City terus berusaha menggandakan keunggulan mereka hingga akhirnya kerja keras mereka terbayar tujuh menit jelang bubaran waktu normal.
Barisan pertahanan MU gagal mengantisipasi situasi sepak pojok ketika sundulan Aaron Wan-Bissaka hanya cukup menyapu bola keluar dari kotak penalti, di mana Fernandinho menyambutnya dengan tembakan voli tanpa memberi Henderson kesempatan berreaksi.
MU tak bisa berbuat banyak untuk mengubah keadaan dan skor 2-0 untuk City bertahan hingga peluit tanda laga usai berbunyi, memastikan langkah The Citizens kembali ke partai final untuk mempertahankan trofi Piala Liga Inggris mereka.
Baca Juga: Man City Laporkan Tiga Kasus Baru COVID-19 Jelang Derby Manchester
City akan tampil di final kedelapan mereka menghadapi Tottenham, demikian catatan laman resmi EFL.
Jika juara, City bisa menyamai rekor Liverpool sebagai pemilik trofi Piala Liga Inggris terbanyak dengan torehan delapan kali juara.
Final Piala Liga dijadwalkan berlangsung pada 25 April mendatang di Wembley.
Berita Terkait
-
Man City Laporkan Tiga Kasus Baru COVID-19 Jelang Derby Manchester
-
Psywar, Duel Manchester United vs Manchester City, Pep: City Lebih Dominan!
-
Jelang Derby Manchester, COVID-19 Kembali Terjang Manchester City
-
Prediksi Manchester United Vs Manchester City, 7 Januari 2021
-
Solskjaer: Saat yang Tepat Bagi Manchester United Gandeng Darren Fletcher
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati