Suara.com - Manajer sekaligus pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong akan divaksin COVID-19. Hal itu diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.
Menurut Amali pihaknya akan mengajukan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap atlet dan ofisial cabang olahraga (cabor).
Tak mau membedakan, semua pihak yang ada di dalam cabor akan menerima vaksin termasuk WNA seperti Shin Tae-yong beserta stafnya.
Timnas Indonesia bukan tak mungkin menjadi prioritas penerima vaksin karena dibanyangi sederet agenda di 2021. Apalagi, Shin Tae-yong dan asistennya sibuk karena menukangi Timnas U-19, U-23 dan senior sekaligus.
Vaksinasi COVID-19 sudah dimulai sejak 13 Januari 2021, di mana Presiden Joko Widodo-- Jokowi-- menjadi penerima pertama.
"Karena ofisal seperti Shin Tae-yong, dia juga masuk di dalam tim. Kami tidak membedakan. Bukan hanya di cabor sepak bola saja, di renang dan menembak juga ada pelatih asingnya," kata Amali saat menggelar jumpa pers virtual, Rabu (13/1/2021).
"Itu bisa kami lakukan dan mereka tentu paham dengan kebutuhan itu. Kan tidak mungkin pemainnya saja yang divaksin, pelatihnya tidak. Kita akan sama-sama karena ini kebutuhan. Toh cuma untuk 1-2 orang," ujar menteri asal Gorontalo tersebut.
Jika tak ada perubahan Shin Tae-yong akan memimpin Timnas Indonesia U-19 di Piala Asia U-19 Uzbekistan pada Maret 2021.
Setelah itu, pelatih asal Korea Selatan tersebut akan menemani timnas senior di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, di mana skuat Garuda masih menyisakan tiga pertandingan di Grup G.
Baca Juga: Rupanya Ini Alasan Shin Tae-yong Bikin Akun Instagram Pribadi
Masing-masing melawan Thailand pada 25 Maret 2021, Uni Emirat Arab (UEA) pada 30 Maret 2021, dan Vietnam pada 7 Juni 2021.
Sedangkan Timnas Indonesia U-23 akan turut serta di ajang SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam, pada November mendatang.
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat