Suara.com - Satria Tama tidak lagi membela Madura United untuk musim 2021. Hal ini setelah pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang itu berpamitan lewat Instagram pribadi miliknya.
Dalam salam perpisahannya, Satria Tama mengucapkan rasa terima kasih kepada Madura United. Mantan kiper Timnas Indonesia U-19 itu merasa bangga pernah menjadi bagian dari Madura United.
"Terima kasih untuk keluarga besar Madura United dan suporter Madura bersatu yang telah mendukung saya, karena tiga tahun telah mewarnai perjalanan karier saya," tulis Satria dikutip dari Instagram resmi miliknya @Satriatama23.
Lebih lanjut, Satria juga punya keinginan kembali membela Madura United suatu saat nanti. Namun, belum diketahui apa yang menyebabkan sang pemain memilih pergi setelah tiga tahun berada di Madura.
Tidak diketahui juga ke mana Satria Tama akan berlabuh. Belum ada tanda-tanda sang pemain bakal memperkuat salah satu klub di Indonesia.
"Semoga ke depan bisa menjadi bagian dari keluarga besar Madura United kembali," tambah penjaga gawang berusia 24 tahun tersebut.
Adapun Madura United merupakan klub kedua yang dibela Satria Tama. Pria kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur tersebut didatangkan Madura United selepas memperkuat Persegres Gresik United.
Saat pertama membela Madura United, peran Satria tidak tergantikan. Dari 38 pertandingan yang dimainkan di Liga 1 2018, ia bermain sebanyak 24 kali.
Pada musim selanjutnya, Satria Tama lebih sering menjadi cadangan. Ia kalah bersaing dengan Muhammad Ridho yang ketika itu didatangkan Madura United dari Borneo FC.
Baca Juga: Sambut Liga 1 2021, Madura United Kontrak Pemain Junior
Berita Terkait
-
Siapa Danilo Santacruz Gonzalez? Eks Timnas Paraguay Rekrutan Asing Pertama Madura United
-
Madura United Pertahankan 3 Gelandang untuk Super League Musim Depan, Siapa Saja?
-
Madura United Rekrut Pelatih asal Portugal untuk Hadapi BRI Super League 2026/2027
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Hitung-hitungan Persis Solo atau Madura United yang Bakal Degradasi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan