- Jaminton Campaz menerima ancaman pembunuhan setelah Kolombia kalah dari Swiss dalam adu penalti Piala Dunia 2026 di Vancouver.
- Campaz meminta publik menahan emosi dan menyampaikan permintaan maaf atas kegagalannya dalam pertandingan tersebut melalui media sosial pribadinya.
- Federasi Sepak Bola Kolombia mengecam ancaman tersebut dan mendesak aparat penegak hukum segera mengusut pelaku demi keamanan pemain.
Suara.com - Kekalahan Kolombia dari Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari publik.
Gelandang Jaminton Campaz menjadi sasaran kemarahan hingga menerima ancaman pembunuhan usai laga tersebut.
Campaz disorot setelah gagal memanfaatkan peluang emas dalam pertandingan yang berakhir imbang 0-0 sebelum Kolombia kalah 3-4 lewat adu penalti.
Laga yang digelar di Vancouver, Kanada, itu menjadi titik balik tekanan terhadap sang pemain.
Melalui media sosial, Campaz menyampaikan pesan menenangkan sekaligus meminta publik menahan emosi.
Ia menegaskan bahwa kekecewaan tidak boleh berubah menjadi kebencian.
“Sepak bola juga tentang momen sulit. Sekarang kami harus belajar, bangkit, dan terus bekerja. Tidak ada gairah yang membenarkan kebencian atau hidup dalam ketakutan,” tulis Campaz.
Pemain Rosario Central itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kolombia.
Ia mengaku merasakan kekecewaan yang sama dan menegaskan telah memberikan segalanya di lapangan.
Baca Juga: Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
“Saya sangat menyesal tidak bisa memberi kebahagiaan yang diharapkan. Tapi saya memberikan segalanya untuk negara saya,” lanjutnya.
Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) langsung bereaksi keras atas ancaman tersebut.
Dalam pernyataan resmi, FCF mengecam segala bentuk intimidasi terhadap pemain dan keluarganya.
“Tidak ada atlet yang pantas menerima ancaman karena mewakili negaranya,” tulis FCF.
FCF juga meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut kasus ini.
Mereka mendesak agar pelaku ancaman diidentifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Ancama pembunuhan ini mengingatkan publik pada tragedi Andrés Escobar yang tewas dibunuh usai kegagalan Kolombia di Piala Dunia 1994.
Berita Terkait
-
Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kolombia dan Para Seniman Lapangan Hijau
-
Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Intip Menu TC Timnas Indonesia di Bali: Dari Genjot Fisik hingga Asah Lini Depan
-
Gothia Cup 2026: Akademi Persib Cimahi Bidik Back to Back Juara
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Nicholas Raskin Minta Belgia Main Pragmatis demi Singkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
John Herdman Tak Gentar Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Sebut Jadi Ujian Terbaik Timnas Indonesia