- Erling Haaland tampil impresif bersama Norwegia di Piala Dunia 2026 dengan koleksi tujuh gol hingga saat ini.
- Analisis biomekanika menunjukkan Haaland memiliki akselerasi luar biasa berkat teknik berlari dan efisiensi posisi tubuh yang unik.
- Strategi konservasi energi melalui cara berjalan di lapangan terbukti efektif membantu Haaland mencetak gol krusial bagi Norwegia.
Suara.com - Erling Haaland kembali mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 setelah tampil tajam bersama Norwegia.
Striker jangkung itu bukan hanya mencetak gol, tetapi juga menunjukkan ledakan kecepatan yang sulit dihentikan lawan.
Dalam laga melawan Brasil, Haaland memperlihatkan pola khasnya, menunggu, bergerak cepat, lalu mencetak gol.
Hanya dengan tiga langkah, ia mampu mengungguli bek lawan dan menyelesaikan peluang dengan efisien.
Fenomena ini ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah melalui biomekanika.
Ilmu yang mempelajari gerak tubuh ini menyebut Haaland sebagai anomali atau unicorn dalam dunia sepak bola modern.
Dengan tinggi 195 cm dan berat 88 kg, Haaland justru memiliki akselerasi luar biasa. Data FIFA mencatat kecepatan puncaknya mencapai 36,5 km/jam, menjadikannya salah satu pemain tercepat di turnamen.
Namun, kekuatan utamanya bukan sekadar kecepatan maksimum.
Haaland unggul dalam akselerasi awal, mampu mencapai kecepatan puncak hanya dalam beberapa langkah pertama.
Baca Juga: Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
Dalam jarak 10 meter, Haaland hanya membutuhkan 1,80 detik.
Angka ini lebih cepat dibanding bek top seperti Virgil van Dijk (1,88 detik), William Saliba (1,85 detik), hingga Cristian Romero (1,82 detik).
Rahasia utamanya terletak pada kekuatan otot kaki dan teknik berlari.
Selain itu, waktu kontak kaki dengan tanah yang singkat membuat dorongannya lebih eksplosif.
Hal menarik lainnya adalah posisi tubuhnya saat berlari.
Meski tinggi, Haaland mampu menurunkan pusat gravitasi ke area pinggul, memberikan stabilitas dan dorongan lebih besar saat sprint.
Berita Terkait
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan
-
Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan
-
Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Intip Menu TC Timnas Indonesia di Bali: Dari Genjot Fisik hingga Asah Lini Depan
-
Gothia Cup 2026: Akademi Persib Cimahi Bidik Back to Back Juara
-
Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026
-
Nicholas Raskin Minta Belgia Main Pragmatis demi Singkirkan Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia