Suara.com - Bek andalan klub Belgia KV Mechelen, Sandy Walsh, mengatakan dirinya masih menunggu kesempatan untuk bisa membela Timnas Indonesia. Dia berharap ada komunikasi yang jelas dari pihak PSSI dan timnas.
Sandy Walsh sudah beberapa kali menyatakan bahwa dirinya ingin memperkuat Timnas Indonesia. Namun, proses naturalisasi pemain kelahiran Belgia ini masih belum menemui titik terang.
Beberapa waktu lalu, Sandy Walsh mengatakan kepada media Belgia Hln.be, bahwa dirinya telah diminati Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia. Bahkan, PSSI disebut akan bertemu FIFA pada Januari 2021 untuk membahas naturalisasi dokumen sang pemain.
"Pada Januari mereka (PSSI) telah berjanji dengan FIFA untuk membahas berkas-berkas saya. Jika FIFA menyetujui saya berganti warga negara dari Belanda ke Indonesia, maka saya bisa siapkan paspor dan bisa dipanggil timnas Indonesia," ucap Sandy Walsh.
Namun nyatanya, hingga saat ini kabar itu belum terealisasi. Sandy Walsh pun mengaku bingung terkait minatnya untuk membela Timnas Garuda. Melalui siaran langsung di akun media sosial Instagram bersama Mario Sonatha, Sandy mengungkapkan soal belum ada kejelasannya untuk dinaturalisasi.
"Sekarang saya tidak tahu harus menghubungi siapa. Untuk membela Timnas Indonesia harus ada komunikasi dua arah. Saya sudah menyatakan keinginan membela timnas. Tapi sekali lagi itu bisa terwujud andai PSSI dan timnas memberi saya kesempatan, saya masih menunggunya," ucap Sandy.
"Saya sudah berkomunikasi dengan Luis Milla. Namun, pelatih yang benar-benar berkomunikasi langsung dengan saya adalah Simon McMenemy," imbuhnya.
Terlepas dari itu, Sandy Walsh kini sedang dalam performa impresif bersama KV Mechelen. Di KV Mechelen, dirinya menjadi salah satu pemain yang posisinya tidak tergantikan.
Sejauh ini, Sandy Walsh sudah mencatatkan 18 pertandingan di Liga Belgia dengan sumbangan tiga gol dan tiga assist.
Baca Juga: Kushedya Hari Yudo Tak Canggung Jalani TC Timnas U-23 Bareng Pemain Muda
Berita Terkait
-
Jadi Pahlawan Comeback KV Mechelen, Sandy Walsh Ungkap Kebahagiaannya
-
Jadwal Liga Belgia Padat, Calon Pemain Timnas Indonesia Jadi Korban
-
Video Gol Cepat Sandy Walsh, Calon Pemain Timnas yang Bersinar di Belgia
-
Cetak Gol Cepat, Sandy Walsh Bawa KV Mechelen Raih Kemenangan
-
Calon Naturalisasi Indonesia Bantu Timnya Kalahkan Penghancur Tottenham
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Pilihan Mobil Keluarga Harga Terjangkau Jelang GIIAS 2026
-
Ekspor Mineral Kritis Tersendat, Kementerian ESDM Benahi Aturan Kandungan Logam Tanah Jarang
-
61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang
-
Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83
-
Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih
-
Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?
-
2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang
-
Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu
-
Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat
-
Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM