Suara.com - Gelandang timnas Ukraina Serhiy Sydorchuk mengakui dirinya dinaungi keberuntungan saat mencetak gol ke gawang Prancis dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grup D yang berakhir imbang 1-1 di Stade de France, Saint-Denis, Rabu (Kamis WIB).
Setelah gawang Ukraina dibobol Antoine Griezmann pada babak pertama, Sydorchuk mencetak gol balasan pada menit ke-57 tepian kotak penalti dan arah bolanya berbelok setelah membentur Presnel Kimpembe sehingga memperdaya kiper Hugo Lloris.
Gol tersebut awalnya dianggap sebagai gol bunuh diri Kimpembe, tetapi belakangan laman resmi UEFA mencatat itu sebagai gol milik Sydorchuk.
"Satu poin melawan juara dunia di grup seberat ini adalah hasil bagus bagi kami. Sangat berat tampil melawan mereka, kami harus menghalau sejak di lini tengah. Kami lengah ketika kebobolan, tetapi kemudian tampil lebih sabar sebagai satu kesatuan," kata Sydorchuk selepas laga dikutip laman resmi UEFA.
"Pelatih mengatakan kami akan mendapat kesempatan dan itu terjadi. Tentu saja, saya sangat beruntung ketika mencetak gol itu, tetapi berat mendapatkan apapun dari laga ini tanpa keberuntungan," ujarnya seperti dimuat Antara.
Hasil imbang 1-1 jelas sebuah perbaikan besar bagi Ukraina yang sempat menelan kekalahan 1-7 dari Prancis di ajang UEFA Nations League tahun lalu.
Pelatih kepala Andriy Shevchenko menilai dengan kerja keras dan pengorbanan yang dilakukan para pemainnya sepanjang laga, mereka berhak membawa pulang satu poin dari Prancis.
"Kami punya strategi dan itu berhasil karena kami bisa menghilangkan ruang di lini pertahanan sendiri, kami berusaha meredam skuad Prancis yang berisi para pemain bertalenta terbaik," ujar Shevchenko.
"Saya tahu kami harus berkorban dan sudah mengatakan itu kepada para pemain sebelum bertanding. Kami berjuang dan mampu melakukannya. Kami pantas untuk satu poin ini karena para pemain berjuang sangat keras," pungkasnya.
Baca Juga: Klasemen Sementara Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa: Belanda Merosot
Ukraina selanjutnya akan pulang ke negaranya sendiri untuk pertandingan kedua menjamu Finlandia di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, pada Minggu (28/3).
Berita Terkait
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis
-
Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II
-
Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
-
Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang