Bola / Bola Dunia
Minggu, 04 April 2021 | 19:55 WIB
Pelatih Juventus, Andrea Pirlo mengamati permainan timnya dari pinggir lapangan pada laga Liga Italia 2020/2021 kontra Torino di Stadio Olimpico Grande Torino, Turin, Minggu (4/4/2021). [Marco BERTORELLO / AFP]

Suara.com - Juventus memiliki peluang bagus untuk memangkas jarak poin dari saingan utama mereka, AC Milan, Atalanta dan Inter Milan seandainya bisa menang atas Torino di laga pekan ke-29 Liga Italia 2020/2021, Minggu (4/4/2021) dini hari WIB tadi. 

Akan tetapi, laga Derby della Mole antara dua tim asal Turin itu itu tak memunculkan pemenang. Torino, yang berlaku sebagai tuan rumah di Stadio Olimpico Grande Torino mampu memaksakan hasil imbang 2-2 dengan sang rival sekota, yang sejatinya diunggulkan untuk menang. 

Juventus membuka keunggulan awal melalui Federico Chiesa pada menit ke-13. Setelah itu, malah Torino yang sukses membalikkan keadaan, melalui dua gol Antonio Sanabria pada menit ke-27 dan 46.

Beruntung, Cristiano Ronaldo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan menyelamatkan muka Juventus pada menit ke-79, dengan gol sundulannya.

Ronaldo memanfaatkan assist dari Giorgio Chiellini. Gol Ronaldo ini sempat ditunda oleh VAR, tetapi wasit mengesahkannya kemudian.  Skor 2-2 bertahan sampai akhir pertandingan.

Tentunya, pelatih Juventus, Andrea Pirlo kecewa karena tak bisa menang dalam laga krusial ini.

"Kami memulai dengan baik, memimpin, dan itu hal tersulit melawan tim yang bertahan," kata Pirlo kepada DAZN, sebagaimana dilansir football-italia.

“Tetapi seperti biasa, kami membuat hidup menjadi rumit untuk diri kami sendiri. Kami berharap untuk babak kedua yang berbeda, tetapi kami langsung membuat kesalahan itu dan harus kembali ke dalam masalah," sambungnya.

Kesalahan yang dimaksud Pirlo ditujukan pada performa buruk winger Juventus asal Swedia, Dejan Kulusevski, yang malah memberikan 'assist' untuk pemain lawan, Sanabria.

Baca Juga: AC Milan Makin Tertinggal dari Inter, Stefano Pioli Kecewa Berat

Winger Juventus, Dejan Kulusevski (tengah) tampil pada laga Liga Italia 2020/2021 kontra Torino di Stadio Olimpico Grande Torino, Turin, Minggu (4/4/2021). [MARCO BERTORELLO / AFP]

“Kesalahannya mirip dengan yang kami lakukan saat kebobolan saat melawan Lazio (pada laga lanjutan Liga Italia 7 Maret lalu di mana Juve menang 3-1). Sayangnya ini terjadi terlalu sering dan kami mengalami penyimpangan dalam konsentrasi," keluh Pirlo.

Sebelumnya saat laga melawan Lazio, Kulusevski juga melakukan blunder fatal dengan memberikan 'umpan' kepada pemain musuh, Joaquín Correa. Dengan skema yang hampir sama, gawang Juventus kebobolan cukup mudah.

“Kita harus belajar bahwa kita tidak bisa kehilangan konsentrasi bahkan sedetik pun, karena saat kita kehilangan bola, maka kita akan dihukum," tutur Pirlo.

Pirlo pun berharap pemain lain tidak menampilkan konsentrasi yang buruk seperti Kulusevski di laga-laga ke depan di sisa musim ini.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi seorang profesional untuk kehilangan fokus, walau dalam jadwal padat sekalipun.

“Kesalahan terjadi, apakah Anda seorang pemain, pelatih, atau wasit. Kami harus tetap fokus sepenuhnya, tetap waspada dan memahami momen yang sedang kami alami. Beberapa ketajaman mungkin berkurang setelah tugas (jeda) internasional, tetapi kami tidak dapat melepaskannya bahkan untuk sesaat pada saat ini," celoteh pelatih berusia 41 tahun itu.

Load More