Bola / bola-dunia
Arief Apriadi
Pelatih Inter Milan Antonio Conte meberikan arahan kepada pemain Inter Milan selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Udinese melawan Inter Milan di Dacia Arena, Minggu (24/1/2021) dini hari WIB. [Vincenzo PINTO / AFP]

Suara.com - Pelatih Inter Milan, Antonio Conte tak peduli dengan kritik yang menganggap penampilan timnya terlalu pragmatis. Menurutnya, main indah tak menjamin scudetto alias gelar juara Liga Italia.

Inter Milan semakin kokoh dipuncak klasemen sementara dengan koleksi 71 poin usai meraih kemenangan 2-1 atas Sassuolo dalam laga tunda pekan ke-28 Liga Italia, Kamis (8/4/2021) dini hari WIB.

Kemenangan yang membuat mereka unggul 11 poin dari AC Milan didapatkan Inter lewat penampilan yang lagi-lagi terbilang pragmatis.

Pasukan Antonio Conte cuma memegang penguasaan bola sebanyak 30 persen, tetapi mampu tampil klinis lewat serangan balik yang diselesaikan Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.

Baca Juga: Kian Dekat dengan Scudetto, Inter Milan Siap Perpanjang Kontrak Conte

Conte menilai Inter perlu mengambil sikap apabila ingin mengamankan gelar juara Liga Italia musim ini. Bermain pragmatis dipilih karena penampilan indah Nerazzurri di Liga Champions terbukti gagal membawa kejayaan.

“Estetika --bermain indah-- boleh-boleh saja, tapi Scudetto terlalu penting. Kami memainkan sepakbola yang indah di Liga Champions dan semua orang mengatakan bahwa kami tersingkir, jadi kami harus fokus pada hasil sekarang," beber Conte dikutip dari Football-Italia, Kamis (8/4/2021).

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte memberi selamat kepada Alexis Sanchez pasca laga tunda pekan ke-28 kontra Sassuolo di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Kamis (8/4/2021) dini hari WIB. [Isabella BONOTTO / AFP].

"Kami mencoba untuk menekan tinggi, tanpa terlalu banyak mengambil risiko, jadi kami dapat memanfaatkan pemain seperti Lukaku, Lautaro dan Hakimi yang dapat melukai tim saat berlari ke ruang kosong."

Dengan delapan laga tersisa, Inter Milan secara matematis cuma butuh lima kemenangan lagi untuk mengamankan gelar juara Liga Italia.

Meski demikian, Conte enggan jemawa. Perjuangan Inter Milan untuk mengakhiri dahaga trofi Liga Italia sejak 2010 disebutnya masih jauh.

Baca Juga: Batal Tawarkan Kontrak Baru, Juventus Segera Lego Paulo Dybala

“Kami ingin melakukan sesuatu yang luar biasa untuk klub yang belum pernah menang selama 10 tahun. Sungguh luar biasa jika kita adalah orang-orang yang menyingkirkan mereka yang menang selama sembilan tahun tanpa henti," beber Conte.

Komentar