Suara.com - Induk organisasi sepakbola Eropa, UEFA tampaknya tidak main-main atas kehadiran European Super League (ESL) alias Liga Super Eropa. 12 klub elite Eropa memang sudah mendeklarasikan diri sebagai 'founder' European Super League.
UEFA dengan tegas siap mengeluarkan tiga sanksi utama, yang terbilang cukup menyeramkan untuk klub-klub tersebut maupun para pemainnya.
UEFA dalam keterangannya, yang juga mengaku mendapatkan dukungan dari federasi dimana klub-klub tersebut bernaung, mengeluarkan tiga ancaman sanksi.
Tiga sanksi tersebut antara lain:
1. Tim peserta European Super League akan dihukum denda dan dikeluarkan dari asosiasi sepakbola negara asal, sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi domestik. Dalam hal ini misalnya, Real Madrid tidak akan berpartisipasi di Liga Spanyol musim 2021/2022 nanti,
2. Tim peserta European Super League dilarang mengikuti kompetisi di bawah naungan UEFA dan FIFA, sebut saja Liga Champions, Liga Europa, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub.
3. Pemain-pemain dari tim peserta European Super League dilarang membela timnas negara masing-masing di kompetisi resmi UEFA maupun FIFA, termasuk dilarang tampil di putaran final Piala Dunia 2022 Qatar mendatang.
Wacana munculnya European Super League dimulai pada Minggu (18/4/2021), kemudian berubah begitu cepat menjadi sebuah langkah nyata ketika 12 klub top Eropa mengumumkan secara bersama-sama pada hari ini, atas konfirmasi keikutsertaan mereka di turnamen elite yang bisa dibilang tandingan Liga Champions ini.
12 Klub yang tergabung dalam ESL ini diantaranya enam klub asal Inggris, tiga klub Italia, serta tiga klub Liga Spanyol.
Baca Juga: PM Inggris dan Presiden Prancis Turut Menentang European Super League
Mereka adalah Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, Liverpool, Tottenham, Juventus, Inter Milan, AC Milan, Barcelona, Real Madrid dan Atletico Madrid.
Tim-tim itu masih bisa terus bertambah. Kabarnya masih ada tiga klub top Eropa lagi yang akan segera menyusul gabung ESL.
Berdasarkan rilis di laman resmi European Super League atau Liga Super Eropa (thesuperleague.com), munculnya kompetisi tandingan ini adalah bentuk keinginan untuk membuat kompetisi yang lebih stabil di sektor ekonomi.
Berita Terkait
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Buntut Kartu Merah dan Penalti yang Ditolak, Barcelona Kembali 'Serang' UEFA!
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032
-
Timnas Indonesia Diambang Sejarah Jelang Hadapi Bulgaria di GBK
-
Finalissima 2026 Batal karena Perang AS - Israel dan Iran, Begini Respons Lionel Messi
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Tak Masuk Skuad Spanyol ke Piala Dunia 2026, Bek Real Madrid Beri Respons Menohok
-
Cesc Fabregas Tegaskan Bertahan di Como Usai Lolos ke Liga Champions
-
Erling Haaland Janji Norwegia Akan Tampil Kreatif dan Menghibur di Piala Dunia 2026
-
Kabar Cedera Jay Idzes di Pekan Penutup Serie A dan Dampaknya Jelang Gabung Timnas Indonesia
-
Arne Slot Ungkap Biang Kegagalan Liverpool Musim Ini
-
Tampil Gemilang, Emil Audero Sabet Predikat Raja Saves Serie A Musim Ini
-
Rekam Jejak Igor Tolic, Sosok yang Gantikan Bojan Hodak Sebagai Pelatih Baru Persib Bandung
-
Pelatih Interim Chelsea Akui Inkonsistensi Jadi Penyebab Gagal ke Eropa
-
Liverpool Bisa Juara Liga Inggris Lebih Banyak jika Tak Ada Pep Guardiola
-
Cesc Fabregas Sudah Punya Firasat Como akan Lolos ke Liga Champions