Suara.com - Presiden Barcelona Joan Laporta tengah mempertimbangkan kontrak tiga tahun untuk Lionel Messi dalam rangka membujuk bintang Argentina itu untuk bertahan di Camp Nou.
Laporta sadar klubnya sudah tak sanggup memenuhi bayaran Messi untuk saat ini yang bernilai sekitar 75 juta euro per tahun. Laporta pun menjajaki formula lain untuk mempertahankan Messi.
Dilaporkan ESPN, beberapa sumber menyebut jika jalan keluar dari masalah itu adalah menawarkan kontrak lebih lama sehingga Messi diberi kompensasi selama beberapa tahun untuk gajinya yang dikurangi.
Messi yang kontraknya akan habis akhir Juni 2021 sebelumnya sudah memilih pembaruan kontrak tahunan yang semuanya bergantung pada proyek yang sedang berjalan di Barca. Jika merasa tidak cocok, Messi bisa meninggalkan Camp Nou.
Tetapi Laporta ingin meyakinkan Messi dengan kontrak dua tahun dan opsi perpanjangan selama satu tahun.
Bintang asal Argentina itu akan genap berusia 34 tahun Juni mendatang. Messi pernah mengaku lebih baik bermain di Amerika Serikat, Major League Soccer, sebelum mengakhiri kariernya.
Laporta terus mencari cara untuk membeli pemain-pemain seperti Erling Haaland dan Neymar untuk meyakinkan Messi bahwa Barca masih mampu bangkit dan berjaya di kompetisi domestik dan Eropa.
Sementara itu PSG (Paris Saint-Germain) dan Manchester City terus memonitor situasi Messi. Kedua klub tersebut tetap mencari celah untuk bisa memboyong Messi.
Laporta yang seakan tidak peduli dengan ancaman dari PSG dan City, sepertinya tetap yakin Messi akan bertahan. Apalagi Barcelona baru saja meraih gelar Copa del Rey, yang menjadi trofi pertama bagi El Barca setelah musim lalu mengakhiri musim tanpa gelar.
Baca Juga: Arsenal Vs Everton, Ancelotti: Bukan Pertandingan Menentukan, Tapi Penting
Messi sendiri kabarnya enggan bicara soal masa depannya dan fokus pada tujuh pertandingan terakhir Barcelona di La Liga. Jika Barcelona berhasil menyapu bersih poin di tujuh pertandingan tersisa, maka peluang Los Cules menjuarai La Liga terbuka lebar.
Berita Terkait
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam
-
Dulu Naik Ferrari di PSG, Kini Layvin Kurzawa Dibonceng Motor Matic ke Latihan Persib
-
Tegaskan PSG Masih Favorit Juara Liga Champions, Luis Enrique Tantang Arsenal
-
3 Pemain Incaran Pep Guardiola di Bursa Transfer Musim Panas, Ada Keturunan Suriname
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan
-
Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
-
Bak Langit dan Bumi, Beda Nasib Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa
-
Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia