Suara.com - Gelombang penolakan rencana Liga 1 tanpa degradasi terus terjadi. Selain dari peserta Liga 1 itu sendiri, sejumlah klub Liga 2 pun menolak.
Setelah sebelumnya Semen Padang menolak, PSIM Yogyakarta pun melakukan hal serupa. Klub berjuluk Laskar Mataram itu berharap kompetisi berjalan seperti biasanya.
Dengan adanya degradasi kualitas kompetisi tidak perlu dikorbankan. Sehingga tim benar-benar maksimal dalam menjalankan kompetisi.
"Kondisi dunia saat ini memang belum stabil karena pandemi yang mempunyai dampak di berbagai sektor. Hal itu pasti memengaruhi sepak bola, termasuk sepak bola di Indonesia," tulis PSIM di Instagram resmi mereka.
"PSIM sendiri dan beberapa tim lain kami ketahui, telah mempersiapkan tim untuk tampil sebaik mungkin pada kompetisi nanti meski dalam masa sulit seperti sekarang."
"Oleh karenanya, kami berharap agar kompetisi musim ini tetap dilakukan dengan menggunakan sistem degradasi agar tercipta atmosfer kompetisi yang menarik, kompetitif, serta menghibur bagi penggemar sepakbola," tutup PSIM.
Sacara tidak langsung jika Liga 1 menggunakan format tanpa degradasi akan merugikan Liga 2. Pasalnya, slot promosi akan berkurang satu dari tiga menjadi dua.
Adapun musim berikutnya, Liga 1 akan dihuni oleh dua tim. Bertambah dua dari total sebelumnya 18.
Liga 1 tanpa degradasi telah dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI beberapa waktu lalu. Bahkan, rencana tersebut akan dibawa ke Kongres Tahunan yang akan berlangsung di Jakarta akhir Mei mendatang.
Berita Terkait
-
Van Gastel Puji Mental Baja PSIM Yogyakarta Usai Tahan Imbang Semen Padang Meski Kalah Jumlah Pemain
-
Pelatih Semen Padang FC Dejan Antonic Dipecat Usai Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta
-
2 Pemain Timnas Indonesia Jadi Termahal di Liga 1, Salah Satunya Kalahkan Eks PSG
-
PSSI Tunjuk Jatim Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-17 2026, Ini Alasannya
-
Tak Cuma Bawa Untung, Kembalinya Maarten Paes Juga Datangkan Masalah bagi John Herdman!
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Ditawari Rp2 Miliar untuk Pensiun Dini, Eks Bek Manchester United Melawan: Saya Benci Sir Alex
-
Gareth Bale Ungkap Rahasia: Hampir Bela Manchester United tapi Batal Gegara Ini
-
Perang AS-Israel vs Iran Berpotensi Meluas, Pakar Sebut Piala Dunia 2026 Pasti Ditunda
-
Tok! CAS Tolak Banding FAM, Begini Nasib 7 Pemain Naturalisasi Abal-abal Malaysia
-
Curi Poin di JIS, Rivaldo Pakpahan Yakin Borneo FC Masih di Jalur Juara Super League
-
Harga Tiket Playoff Piala Dunia 2026 di Meksiko Anjlok Parah, Cuma Dibandrol Rp190 Ribu
-
Eligible Bela Timnas Tanpa Naturalisasi, Pemain Keturunan Rp 6,08 Miliar Dijagokan ke Raksasa Eropa
-
Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh
-
Walid Regragui Dilaporkan Mundur, Xavi Hernandez Tolak Latih Maroko di Piala Dunia 2026
-
Resmi! Pilpres Barcelona 2026 Hanya Diikuti Dua Calon: Joan Laporta vs Victor Font