Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:25 WIB
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero (kiri) memeluk rekannya Elkan Baggott usai menggagalkan tendangan penalti saat melawan Timnas Oman dalam laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Antara/M Risyal Hidayat)
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia menang 3-0 atas Oman dalam laga FIFA Matchday di SUGBK Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.
  • Emil Audero tampil sebagai pemain terbaik setelah berhasil menggagalkan tendangan penalti serta menjaga gawang Indonesia tetap steril.
  • Kemenangan Indonesia dicapai melalui kontribusi gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen serta kerja sama lini pertahanan.

Suara.com - Penampilan gemilang Emil Audero menjadi salah satu kunci kemenangan Timnas Indonesia saat membungkam Oman 3-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026). Namun, sang kiper menegaskan keberhasilannya menggagalkan penalti lawan tidak lepas dari kontribusi rekan-rekannya di lini belakang, terutama Elkan Baggott.

Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia tampil impresif dan mengamankan kemenangan berkat gol Justin Hubner, Ole Romeny, serta Ragnar Oratmangoen. Selain ketajaman lini serang, kokohnya pertahanan Garuda juga menjadi faktor penting yang membuat Oman gagal mencetak gol.

Emil Audero menjadi sorotan setelah berhasil menggagalkan tendangan penalti Hatem Sultan Alrushadi. Tak hanya itu, penjaga gawang berusia 29 tahun tersebut juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Indonesia hingga peluit panjang dibunyikan.

Berkat performa cemerlangnya, Emil terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut. Meski demikian, ia menolak mengambil seluruh kredit atas penampilan apiknya.

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi (tengah), menghadang tendangan penalti pesepak bola Timnas Oman Hatem Sultan Alrushadi (kanan) dalam laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Antara/Aditya Pradana Putra)

Menurut Emil, keberhasilan menjaga gawang tetap steril merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemain bertahan yang tampil disiplin sepanjang laga. Ia menilai salah satu tantangan terbesar bagi seorang kiper adalah menjaga konsentrasi selama pertandingan berlangsung, terutama ketika tim sedang mendominasi permainan.

"Menjaga fokus adalah hal tersulit bagi seorang penjaga gawang. Hari ini saya pikir kami sebagai unit pertahanan melakukan pekerjaan yang sangat baik," kata Emil usai laga.

Mantan kiper Inter Milan itu kemudian menjelaskan bahwa momen penyelamatan penalti belum sepenuhnya mengakhiri ancaman. Bola pantul masih bisa dimanfaatkan lawan jika pemain bertahan tidak sigap mengantisipasinya.

Karena itu, Emil secara khusus memberikan apresiasi kepada Elkan Baggott yang langsung bergerak cepat mengamankan bola liar setelah tendangan penalti berhasil ditepis.

"Kalau melihat situasinya, setelah penalti itu Elkan langsung datang dan membuang bola. Itu menunjukkan dia tetap fokus. Kami melakukan pekerjaan yang sangat baik sebagai sebuah tim,"* katanya.

Baca Juga: Media Korsel Kaitkan Shin Tae-yong dengan Persija Jakarta

Emil menilai hubungan antara penjaga gawang dan lini pertahanan memiliki peran vital dalam membangun soliditas tim. Menurutnya, kerja sama yang baik membuat setiap pemain bisa saling menutupi kekurangan satu sama lain di lapangan.

"Itulah pentingnya memiliki rekan satu tim yang hebat di sekitar Anda. Saya bisa membantu mereka, tetapi mereka juga sering membantu saya. Itu sangat penting dalam sepak bola,"* ungkap Emil.

Selain membahas performa tim, Emil juga mengakui cuaca panas dan lembab di Jakarta menjadi tantangan tersendiri selama pertandingan berlangsung.

Bahkan, meski berposisi sebagai penjaga gawang yang relatif lebih sedikit bergerak dibanding pemain lain, ia tetap merasakan kelelahan yang cukup besar setelah laga usai.

"Saya berusaha menjaga fokus sepanjang pertandingan. Tapi dengan cuaca seperti ini, sungguh sulit. Bahkan saya yang seorang kiper pun merasa sangat lelah di akhir pertandingan," pungkasnya.

Setelah sukses menundukkan Oman, Timnas Indonesia akan kembali tampil di hadapan pendukung sendiri saat menghadapi Mozambik di SUGBK pada Selasa (9/6/2026).

Load More