Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menyebutkan anak asuhannya sudah mengalami perkembangan yang signifikan. Banyak perubahan yang terlihat di training camp (TC) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Evan Dimas dan kawan-kawan sudah di Dubai sejak 17 Mei. Sebanyak 28 pemain Timnas Indonesia terdaftar mengikuti pemusatan latihan tersebut.
Hampir seluruh pemain sudah merapat. Hanya tinggal pemain keturunan Indonesia-Inggris, Elkan Baggott yang belum bergabung.
Shin menjelaskan para pemain sudah beradaptasi dengan cuaca Dubai yang panas dengan bagus. Termasuk mental juga sudah jauh lebih baik, ketimbang saat TC di Jakarta.
"Semua pemain beradaptasi dengan suhu dan cuaca di sini, pemain-pemain lebih baik dan lebih bekerja keras di sini daripada di Jakarta. Mental mereka pun sudah berubah menjadi lebih baik," kata Shin Tae-yong dikutip dari laman resmi PSSI.
Jika sebelumnya, latihan Timnas Indonesia fokus pada fisik, kini mulai masuk ke taktikal. Seperti pada latihan yang berlangsung di lapangan JA Sports Center and Shooting Club, Jumat (21/5/2021) sore waktu setempat.
Sebelum itu, pagi harinya pasukan Merah Putih melakukan latihan penguatan (power training) di gym dengan mengangkat beban dan menarik beban (pull up dan pull down).
"Sore kami latihan taktikal dan menembak (shooting drill) di mana saya melihat para pemain berusaha sebaik mungkin untuk bisa mengikuti instruksi yang saya inginkan," jelasnya.
Adapun keberadaan Timnas Indonesia di Dubai untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Indonesia akan melawan Thailand pada 3 Juni, lalu Vietnam 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni 2021
Baca Juga: Dua Pemain Timnas yang berkarier di Luar Negeri Belum dalam Kondisi Terbaik
Sebelum itu ada dua laga uji tanding melawan Afghanistan (25/5/2021) dan Oman empat hari setelahnya.
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat