Suara.com - Portugal dan Spanyol secara resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030, setelah desas-desus yang beredar sejak pekan lalu.
"Pemerintah Spanyol dan Portugal ingin mengungkapkan keinginan dan komitmen untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030," demikian bunyi kesepakatan yang diparaf oleh Perdana Menteri Portugal Antonio Costa dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, seperti dikutip AFP, Sabtu.
Kedua perdana menteri itu menandatangani kesepakatan mereka di hadapan Raja Spanyol Felipe VI dan Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa pada Jumat (4/6) di Stadion Atletico Madrid sesaat sebelum kick off laga pemanasan jelang Euro 2020 antara kedua negara tersebut.
Laga tersebut juga sekaligus menandai seratus tahun pertandingan internasional pertama Portugal, setelah kekalahan 3-1 dari Spanyol di Madrid pada Desember 1921.
Kedua tim berpose di lapangan dengan mengenakan kaus bertuliskan "Vamos2030".
"Hari ini kami menandatangani komitmen kedua federasi untuk bekerja sama demi Piala Dunia," kata presiden Federasi Sepak Bola Portugal Fernando Gomes.
Gomes dan rekannya dari Spanyol, Luis Rubiales, mengesahkan kesepakatan yang ditandatangani pada Oktober lalu dalam rangka mempromosikan tawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.
"Pesan untuk federasi nasional: jika Anda memberi kami kepercayaan, ketika Anda datang ke negara kami, Anda akan menemukan pengalaman yang tak terlupakan," kata Rubiales, Jumat.
Sementara itu, FIFA tengah berencana untuk memilih tuan rumah 2030 pada 2024.
Baca Juga: Pemanasan Euro 2020: Duel Spanyol vs Portugal Tak Lahirkan Pemenang
Selain Spanyol dan Portugal, tawaran untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 juga diajukan oleh Inggris-Irlandia serta Argentina-Uruguay-Paraguay-Chile.
Pengajuan yang dilakukan Uruguay bertepatan dengan seratus tahun perayaan Piala Dunia pertama, yang dimainkan di Uruguay. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey