Suara.com - Buntut kolapsnya gelandang Timnas Denmark Christian Eriksen akibat henti jantung atau cardiac arrest, membuka mata berbagai stakeholder sepakbola dunia.
Terkini, Liga Premier Inggris mengumumkan telah mendonasikan dua ribu defribilator eksternal otomatis (AED) ke klub-klub amatir dan fasilitas lainnya untuk membantu penanganan darurat serangan jantung.
Inisiatif Pendanaan Defribilator Liga Inggris itu dilakukan bersama FA dan lembaga nirlaba Football Foundation, dengan fase pertama AED akan dialokasikan ke fasilitas yang dibiayai Football Foundation.
Di fase kedua, klub-klub amatir yang mendapatkan fasilitas serupa bakal diberi kesempatan untuk mengajukan pembiayaan defribilator, demikian pengumuman dalam laman resmi Liga Premier.
Seribu unit pertama dijadwalkan mulai dialokasikan pada awal musim 2021/22 bergulir dan gelombang kedua diharapkan bisa dibagikan pada September 2021.
Defribilator yang dibagikan tersebut diharapkan bisa menalangi sekira 1,5 juta orang yang menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut tiap musimnya.
Semua penerima bantuan defribilator nantinya akan diwajibkan memiliki setidaknya satu orang sukses mengikuti pelatihan penanganan serangan jantung yang digelar FA secara daring.
Langkah ini menjadi respon positif bagi Liga Premier dan sepak bola di Inggris menyusul insiden kolapsnya bintang Denmark Christian Eriksen dalam pertandingan Euro 2020.
"Insiden traumatis yang kita saksikan ketika Christian Eriksen kolaps menghadirkan pemahaman mendesak bahwa defribilator harus bisa diakses oleh pelaku sepak bola secara umum," kata CEO Liga Premier Richard Masters dikutip dari Antara, Sabtu (26/6/2021).
Baca Juga: Jadwal Musim Baru Liga Inggris Dirilis, Laga Berat Manchester City di Pekan Pembuka
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari mantan gelandang Bolton Wanderes Fabrice Muamba yang sempat mengalami serangan jantung pada 2012.
"Saya sangat mendukung inisiatif untuk menghadirkan ribuan defribilator ke klub-klub amatir ini. Secara pribadi saya mengetahui benar betapa pentingnya akses untuk peralatan medis semacam ini untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami serangan jantung," katanya.
Berita Terkait
-
Eriksen Turut Rayakan Momen Ajaib Lolosnya Denmark ke 16 Besar Euro 2020
-
Daley Blind Yakin Eriksen Bisa Main Bola Lagi
-
Sukses Pasang Alat Pacu Jantung, Christian Eriksen Sambangi Tempat Latihan Timnas Denmark
-
Suporter Denmark Satu Stadion Beri Dukungan untuk Christian Eriksen
-
PT LIB: Liga 1 dan Liga 2 Belajar dari Insiden Christian Eriksen
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan