Suara.com - Bek tengah Timnas Italia, Francesco Acerbi mengakui jika dirinya lebih was-was ketemu bomber maut Timnas Belgia, Romelu Lukaku ketimbang penyerang veteran Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo di babak delapan besar alias perempatfinal Euro 2020.
Italia sendiri memang akan bertemu Belgia dalam super big match perempatfinal Euro 2020, yang bakal dihelat di Allianz Arena, Munich, 3 Juli nanti.
Italia telah lebih dulu memastikan tempat di babak delapan besar usai mengalahkan Austria 2-1 lewat babak perpanjangan waktu, akhir pekan kemarin.
Sementara itu, Belgia dipastikan jadi lawan Italia setelah menundukkan Portugal 1-0 pada laga 16 besar yang dihelat dini hari tadi.
Bagi Acerbi, bek 33 tahun yang bermain untuk Lazio, dirinya mengaku lebih mewaspadai Lukaku ketimbang Ronaldo.
Menurutnya, Lukaku memiliki keunggulan fisik yang membuatnya lebih sulit dijaga ketimbang Ronaldo.
Acerbi mengaku tahu betul kualitas Lukaku, yang memang tampil impresif bersama Inter Milan di Liga Italia Serie A dalam dua musim terakhir.
"Sebagai penyerang tengah, Lukaku lebih sulit untuk dijaga (daripada Ronaldo) karena dia memiliki fisik yang lebih kuat. Dia memiliki kekuatan dan itu sangat berbahaya," tutur Acerbi seperti disitat dari GOAL International, Senin (28/6/2021).
Lebih lanjut, Acerbi menilai Ronaldo adalah paket lengkap sebagai seorang penyerang. Meski begitu, ia mengatakan CR7 adalah penyerang klasik yang lebih mudah untuk diawasi.
Baca Juga: Akui Skuad Prancis Bertabur Bintang, Granit Xhaka: Tapi Swiss Tidak Gentar
"Cristiano Ronaldo adalah penyerang klasik, tetapi dia lebih mudah untuk dijaga daripada Lukaku. Saya tahu betul kualitas Lukaku. Tentu Italia harus benar-benar meredam dia pada laga perempatfinal nanti," ujarnya.
Meski gagal mencetak gol saat Belgia mengalahkan Portugal semalam, namun Lukaku sejauh ini telah mengemas tiga gol untuk Belgia di Euro 2020, yang semuanya ia ciptakan di fase grup.
Tag
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?
-
Kritik Pedas CR7 Jadi Tamparan untuk Liga Indonesia: Pemain Terlalu Banyak Mengeluh!
-
Cristiano Ronaldo Tembus 970 Gol Sepanjang Karier, Al Nassr Makin Dekat Gelar
-
85 Gol dalam 100 Laga: Kylian Mbappe Lebih Tajam dari Benzema, Nyaris Samai Ronaldo
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hasil Persija vs Persib: Macan Kemayoran Takluk 1-2 di Segiri
-
Hasil Persija vs Persib di Babak I: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Berbalik Unggul 2-1
-
Susunan Pemain Persija vs Persib: Adu Tajam Eksel Runtukahu dan Andrew Jung
-
Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia
-
Link Live Streaming Persija vs Persib: El Clasico Penentu Arah Juara Super League
-
Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026
-
Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah
-
Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final
-
Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!
-
Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan