Suara.com - Penyerang Timnas Inggris, Jadon Sancho buka suara terkait serangan rasial yang dialaminya selepas final Euro 2020. Dia meminta pelaku segera dimintai tanggung jawab.
Sancho menjadi satu dari tiga algojo Inggris yang gagal melakukan tugasnya saat The Three Lions harus mengakui keunggulan Italia dalam adu penalti di partai final Euro 2020 di Wembley, Minggu (11/7/2021) lalu.
Rekan Sancho di klub barunya nanti Marcus Rashford, serta talenta muda Arsenal Bukayo Saka yang juga gagal jadi algojo adu penalti turut menjadi korban serangan rasial daring selepas final.
Lewat surat terbuka yang ia sematkan dalam unggahan media sosialnya, Sancho meminta maaf atas kegagalannya tetapi ia tidak kaget dengan serangan rasial yang dialaminya.
"Saya tidak akan berpura-pura tidak melihat serangan rasial yang saya alami bersama dua saudara saya Marcus dan Bukakyo selepas pertandingan, tapi sayangnya ini bukanlah hal baru," tulis Sancho dalam surat terbuka yang disematkan dalam cuitan akun Twitter pribadinya, @Sanchooo10, pada Rabu (14/7/2021).
"Sebagai masyarakat kita harus bisa melakukan lebih baik dari ini dan memastikan para pelakunya dimintai tanggung jawab," ujarnya dalam tulisan yang sama.
Sancho juga mengajak semua generasi muda yang pernah mengalami tindakan serupa tidak berkecil hati sembari mengungkapkan kebanggaannya atas capaian Inggris yang pertama kalinya tampil di final Euro.
"Kebencian tidak akan pernah menang. Bagi anak muda yang pernah mengalami serangan serupa, tegakkan kepala kalian dan teruslah mengejar mimpi," tulisnya.
"Saya bangga dengan timnas Inggris ini dan bagaimana kami menyatukan seluruh negeri di tengah situasi sulit yang dialami orang-orang selama 18 bulan terakhir."
Baca Juga: Bahagianya Bernardeschi, Antar Italia Menangi Euro 2020, lalu Menikah
Selain serangan daring, tindakan vandalisme bermuatan pesan rasial juga terjadi terhadap sebuah mural Rashford di Manchester, sebelum masyarakat bahu-membahu menutup pesan itu dengan kertas-kertas sarat dukungan.
Kepolisian Manchester menyatakan satu orang sudah diamankan terkait pesan rasial di media sosial terhadap ketiga pemain.
Isu rasial terus menjadi penyakit di dunia olahraga, bahkan Inggris secara konsisten melakukan gestur berlutut jelang sepak mula dalam setiap pertandingan mereka di Euro 2020.
Meski demikian, tak sedikit pendukung yang justru mencemooh aksi berlutut yang dilakukan Timnas Inggris saat pemanasan, sebagaimana dilansir dari Antara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus
-
Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam
-
Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas
-
Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian
-
Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan
-
Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026
-
Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang
-
BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan
-
15 Contoh Teks Doa HUT Ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 yang Penuh Makna
-
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis