Suara.com - Tugas membobol gawang lawan menjadi tanggung jawab dari seorang penyerang, namun bagaimana jadinya jika kiper punya kemampuan mencetak gol mumpuni? Kondisi ini terjadi pada diri seorang Rogerio Ceni.
Ya, Ceni dikenal sebagai pesepak bola yang tak cuma piawai menjaga gawang, tetapi juga tajam di depan gawang lawan. Ceni lahir di Pato Branco, Brasil, pada 22 Januari 1973 dan memulai karier sepak bolanya sebagai kiper.
Karier seniornya di level klub terjadi bersama klub asal Brasil, Sinop. Lantas, ia pindah ke Sao Paulo pada 1990 ketika usianya 17 tahun. Musim-musim pertama Ceni di sana tak berjalan mulus, selama 6 musim ia cuma menjadi kiper pelapis.
Baru di musim 1997 kesempatan untuk Ceni datang setelah kiper utama Sao Paulo, Zetti, pindah ke Santos. Ceni dipilih menjadi penggantinya. Hal yang bikin Ceni dikenal bukan cuma masa baktinya selama 22 tahun di Sao Paulo, tapi total torehan golnya.
Ceni tercatat berhasil menorehkan 131 gol dari 1257 laga resmi di berbagai kompetisi. Torehan ini menjadikannya sebagai kiper dengan gol terbanyak di sejarah sepak bola dunia.
Musim 2005/06 jadi musim paling produkti untuk Ceni sepanjang kariernya. Dari total 75 laga, Ceni sukses mencetak 21 gol yang membuatnya menjadi topskorer Sao Paulo musim itu. Di musim itu, Ceni juga sukses memberi gelar Piala Dunia Antarklub dan Copa Libertadores buat Sao Paulo.
Salah satu faktor yang membuat Rogerio Ceni begitu produktif sebagai kiper adalah kemampuannya dalam mengeksekusi free kick. Dari total 129 gol yang ia cetak, 59 di antaranya atau lebih dari 40% berasal dari tendangan bebas.
Ceni juga punya mentalitas kuat sebagai seorang eksekutor tendangan penalti. Usut punya usut, kemampuan tendangan bebas Ceni ternyata diasah melalui latihan keras.
Sejak kecil Ceni memang punya kemampuan dan akurasi tendangan yang bagus meski berposisi sebagai kiper. Lantas di bawah arahan pelatih Muricy Ramalho, Ceni terus mengasah tendangan bebasnya hingga akhirnya di tahun 1997 ia dipercaya menjadi eksekutor tendangan bola mati di Sau Paulo.
Baca Juga: Hapus Kesedihan Selama Satu Tahun, Neymar Belanja Helikopter Modifikasi
Di level tim nasional, Rogerio Ceni mengoleksi 16 caps. Ceni masuk ke dalam skuat Timnas Brasil yang menjuarai Confederation Cup 1997 dan Piala Dunia 2002.
Setelah berkarier sebagai pemain lebih dari 25 tahun, Rogerio Ceni lantas memutuskan pensiun pada 2015. Pasca pensiun, Ceni langsung terjun ke dunia kepelatihan.
Beberapa tim dari Brasil pernah dilatih oleh Rogerio Ceni seperti Sao Paulo, Fortaleza, Cruzerio, hingga Flamengo.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
Viral Foto Carlo Ancelotti Dicium Tiga Wanita, Netizen: Definisi Menikmati Hidup di Usia Tua
-
Rekam Jejak Jefferson Carioca: Gelandang Timnas Brasil yang Direkrut Persis Solo
-
Oscar Menyerah Usai Alami Masalah Jantung, Eks Chelsea Itu Putuskan Gantung Sepatu
-
Carlo Ancelotti Siapkan Kartu AS Brasil di Piala Dunia 2026, Vinicius Jr Tersisih?
-
Ronny Pasla Meninggal Dunia: Mengenang Kiper Indonesia yang Pernah Menepis Penalti Pele
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Mentalitas Baja Kevin Diks: Kritik Tim, Main Sangar, dan Cetak Gol Kemenangan Jelang FIFA Series
-
Terlibat Perang dengan AS, Iran Kepikiran Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Persija Jakarta Siap Tempur Lawan Borneo FC Demi Mimpi Juara Usai Dramatis Tekuk Malut United
-
Cristiano Ronaldo Kena Dampak Serangan AS-Israel ke Iran, ACL Ditunda
-
Bojan Hodak Sebut Duel Kontra Persebaya Surabaya Tak Akan Mudah
-
Persib Bandung Hadapi Persebaya di GBT, Barba: Kami Datang untuk Mendapatkan Tiga Poin
-
Persib Bandung Pernah Kalah Telak di GBT, Ini Kata Bojan Hodak
-
Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi
-
Jelang Pekan ke-24, Bojan Hodak Soroti 3 Pemain Persebaya Surabaya
-
Jelang FIFA Series 2026, Justin Hubner Kirim Sinyal Bahaya Lewat Gol di Liga Belanda