Suara.com - Gelaran perdana Piala Dunia terjadi di tahun 1930 yang dihelat di Uruguay dari 13 sampai 30 Juli. Saat itu ada 13 negara yang mengikuti Piala Dunia edisi paling awal.
Tuan rumah Uruguay keluar sebagai kampiun usai mengalahkan Argentina 4-2 di laga final. Salah satu pencetak gol di partai puncak itu, Guillermo Stabile, keluar sebagai topskor turnamen dengan torehan 8 gol.
Tak cuma jadi top skor, Stabile juga tercatat sebagai pencetak hattrick pertama di Piala Dunia. Momen ini dilakukan oleh Stabile di laga Grup 1 melawan Meksiko pada 19 Juli 1930.
Semakin istimewa capaian itu karena dilakukan Stabile dalam debutnya di level internasional. Kala itu, Argentina berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 6-3.
Torehan istimewa Stabile itu membawanya kepada catatan sejarah. Namun, setelah 76 tahun berlalu, rekor hattrick pertama di Piala Dunia atas nama Stabile dibatalkan.
Ya, pada 10 November 2006, FIFA sebagai federasi sepak bola dunia memutuskan untuk membatalkan catatan hattrick pertama di Piala Dunia itu dari Stabile.
Keputusan ini diambil setelah diketahui bahwa pencetak hattrick pertama di Piala Dunia adalah pemain Amerika Serikat, Bert Patenaude. Ia mencetak hattrick ke gawang Paraguay di laga Grup 4 pada 17 Juli 1930.
Torehan itu dicetak Patenaude dua hari sebelum torehan trigol Stabile. Awalnya, Patenaude hanya dicatat mencetak 2 gol di laga tersebut, namun setelah diselidiki ternyata Patenaude memang benar mencetak tiga gol.
Ada beberapa versi mengenai gol ketiga Amerika melawan Paraguay kala itu. Menurut data RSSSF satu gol itu adalah gol bunuh diri Paraguay, sementara FIFA menyebut gol itu dari rekan satu timnya, Tom Florie, kemudian menurut USSF dicetak oleh Patenaude.
Baca Juga: Mengenal Enzo Francescoli, Pahlawan Uruguay Raih 3 Gelar Copa America
Setelah dicari bukti, FIFA akhirnya memutuskan bahwa pencetak hattrick pertama di Piala Dunia adalah Patenaude.
Sebetulnya pencetak hattrick di Piala Dunia pertama pada 1930 tak cuma Stabile dan Petanaude. Di babak semifinal, pemain Uruguay Pedro Cea juga mencatatkan hal serupa.
Cea mencetak tiga gol ke gawang Yugoslavia untuk membawa timnya menang 6-1 dan lolos ke partai final. Di babak final, Cea kembali mencetak satu gol dalam kemenangan 4-2 Uruguay atas Argentina.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
Spanyol Cemas, Rodri Sempat Cedera Usai Diinjak Gavi saat Latihan
-
Nico Paz Mulai Pulih dari Cedera, Siap Dampingi Lionel Messi di Piala Dunia 2026
-
6 Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Ada Rekan Setim Calvin Verdonk
-
Tak Perlu Bingung, Ini Cara Nonton Piala Dunia 2026 secara Resmi dan Legal!
-
Optimisme Tinggi, Inggris Sudah Rencanakan Parade Juara Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Pelatih Mozambik Blak-blakan Alasan Tanpa Dua Bintang Eropa Hadapi Timnas Indonesia
-
Jelang Lawan Mozambik, Justin Hubner Masih Jalani Latihan Terpisah
-
Timnas Indonesia vs Mozambik, John Herdman: Jangan Besar Kepala Usai Hajar Oman!
-
Cremonese Tak Permanenkan Emil Audero, Timnas Indonesia Bakal Miliki 2 Wakil di Liga Champions?
-
Timnas Indonesia Bisa Naik Lagi di Ranking FIFA Jika Kalahkan Mozambik
-
5 Dampak Kedatangan Shin Tae-yong di Persija bagi Persaingan Super League
-
Masa Pemulihan, Mees Hilgers Bersyukur Diizinkan Berlatih Bersama Timnas Indonesia
-
Cetak Gol Beruntun, Pio Esposito Tegaskan Selalu Maksimal untuk Italia
-
Media Korea Selatan Soroti Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija Jakarta
-
Spanyol Cemas, Rodri Sempat Cedera Usai Diinjak Gavi saat Latihan