Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah resmi menghapuskan aturan gol tandang dalam seluruh kompetisi yang berada di bawah naungannya mulai musim 2021/2022.
Penghapusan ini berawal dari rekomendasi Komite Kompetisi Klub UEFA dan Komite Sepak Bola Putri UEFA.
Awalnya, aturan gol tandang digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan yang digelar dalam dua leg. Biasanya, laga semacam ini terjadi di fase gugur.
Tujuan awal dari penerapan regulasi ini ialah mengantisipasi apabila kedua tim berhasil mencetak jumlah gol yang sama setelah bertanding dalam dua leg.
Kemudian, penentu kemenangan yang berlangsung dalam kedua laga ini akan dihitung berdasarkan agregat.
Dalam kondisi agregat yang imbang, tim yang sukses mencetak jumlah gol lebih banyak ketika bermain tandang akan dianggap sebagai pemenang.
Namun demikian, ketika kedua tim bermain dengan jumlah gol yang sama baik ketika bermain di kandang maupun tandang, maka laga bakal dilanjutkan lewat babak tambahan waktu.
Jika pun babak ini belum mampu menentukan pemenang, maka duel di antara kedua tim tersebut akan dilanjutkan lewat babak adu penalti.
Akibat penghapusan ini, UEFA memastikan bahwa semua kompetisi antarklub di Benua Biru, terumasuk kejuaran putra, putri, junior, akan mengadopsi perubahan aturan ini.
Baca Juga: Putusan UEFA tentang Lokasi Final Liga Champions: Istanbul 2023, Muenchen 2025
Dengan demikian, Liga Champions, Liga Eropa, Liga Champions Wanita, Liga UEFA Junior, Piala Super Eropa, dan Europa Conference League, akan menerapkan aturan baru.
Asal-usul Penghapusan
UEFA mengatakan, aturan yang dimaksudkan untuk mendorong permainan menyerang oleh tim tamu telah menciptakan sejumlah momen tak terlupakan di dunia sepak bola Eropa.
Dalam beberapa tahun terakhir, Roma berhasil bangkit dari kekalahan tandang 4-1 di perempat final Liga Champions untuk mengalahkan Barcelona dengan kemenangan tandang 3-0 pada tahun 2018.
Tahun berikutnya, Tottenham Hotspur mengalami keberuntungan serupa. Mereka sukses melaju ke partai final setelah kalah 0-1 di kandang, dan kemudian berhasil menumbangkan Ajax di Amsterdam dengan skor 3-2.
UEFA mengajukan argumen bahwa tidak ada lagi alasan untuk memberikan bobot gol tandang yang lebih berat daripada yang dicetak di kandang.
Berita Terkait
-
Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia 2026
-
Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
UEFA Mulai Gerah! Muncul Desakan Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA
-
Spanyol Usung Misi Balas Dendam saat Jumpa Portugal di 16 Besar Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Amerika Ancam Bombardir Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran, Trump: Mustahil Dihentikan
-
Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan
-
Mulai 1 Agustus, Makassar Tak Lagi Terima Sampah Campuran di TPA Tamangapa
-
Pemain Persib dan Persija Cetak Gol, Timnas Indonesia Bantai Bali United Jelang Piala AFF 2026
-
Drama Flower of Evil: Saat Seorang Detektif Harus Selidiki Suaminya Sendiri
-
Sampah Organik di Kota Depok Masih Menumpuk, Bisakah Maggot Menjadi Solusi?
-
Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Mudah Datangkan Pemain, Mariano Peralta Jadi Buktinya
-
Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?
-
Polda Metro Jaya Masih Analisis Berkas Laporan, Kapan Hotman Paris Dipanggil Polisi?
-
Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Soal Tempat Duduk Jangan Didramatisir