Sama seperti La Masia milik Barcelona, La Fabrica juga kerap melahirkan pemain hebat di dunia sepak bola.
Nama-nama seperti Iker Casillas, Raul Gonzales, dan Guti Hernandez menjadi deretan pemain yang dibina di La Fabrica.
Selain itu, tak seluruh pemain jebolan La Fabrica membela Real Madrid. Ada pula yang membela tim lain seperti Juan Mata di Manchester United dan Marcos Alonso di Chelsea.
Sayangnya, nasib La Fabrica hampir sama dengan La Masia. Kebijakan transfer jor-joran Real Madrid mulai mengikis kesempatan para pemain muda unjuk gigi seperti para pendahulunya.
3. School van De Toekomst (Ajax Amsterdam)
Ajax Amsterdam dengan School van De Toekomst nya menjadi model bagi klub sepak bola dalam membangun akademi.
Ajax merupakan salah satu tim yang jarang jor-joran di bursa transfer dan lebih banyak mengandalkan pemain muda hasil didikannya.
Meski demikian, Ajax tetap berprestasi dan mampu menyabet beragam gelar walau dengan kombinasi pemain senior dan pemain akademinya.
Tak terhitung berapa banyak pemain jebolan Ajax yang sudah menancapkan namanya di sepak bola Eropa.
Bahkan, saat ini saja jebolan Ajax seperti Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong dan Donny van de Beek tercatat membela tim-tim papan atas dunia.
4. Cobham (Chelsea)
Cobham sejatinya merupakan nama desa. Namun, lambat laun pecinta sepak bola menjadikan nama ini sebagai sematan untuk menyebut akademi Chelsea.
Cobham sendiri dibangun pada 2007 dan sejak saat itu banyak melahirkan para pemain muda berbakat, walaupun banyak yang gagal menembus Chelsea.
Tapi jangan salah. Kehebatan Cobham menghasilkan pemain muda terlihat dari prestasi tim muda Chelsea yang mampu memenangi UEFA Youth League (atau Liga Champions pemain muda) sebanyak dua kali atau yang terbanyak dibanding akademi lainnya.
Nama Cobham pun melejit seiring keputusan Frank Lampard memainkan sederet pemain muda jebolan akademi di tim utama.
Dan hasilnya, para pemain muda ini menjadi bagian penting dalam kesuksesan Chelsea dua musim terakhir, termasuk saat menjuarai Liga Champions.
5. Carrington (Manchester United)
Sama dengan Cobham, Carrington sendiri merupakan komplek latihan Manchester United. Meski demikian, dari sana lahir banyak pemain muda berbakat.
Tak ada yang meragukan kualitas akademi Man United seiring kemonceran Class of ’92 saat berhasil menggondol Treble Winner di musim 1998/99.
Bahkan, tradisi memainkan pemain akademi masih berlanjut di Man United. Kini, sebagian jebolan akademinya bahkan masuk dalam skuat utama.
Kendati belum menghadirkan gelar bergengsi, namun jebolan akademi Man United bisa tampil reguler dan membuktikan hasil binaan di Carrington.
Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Berita Terkait
-
Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela
-
Edwin van der Sar Sukses Gegerkan Jakarta, Sejumlah Agenda Diserbu Penggemar
-
Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Manchester United yang Ketiban Sial
-
Jose Mourinho Pasang Badan untuk Arteta! Sebut Kritik ke Arsenal Hal Tak Masuk Akal
-
Kunjungi Indonesia, Legenda MU Edwin van der Sar Soroti Masa Depan Skuad Garuda
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi
-
Belanda Angkat Koper, Virgil van Dijk Jadi Kambing Hitam Disebut Pemain Lemah
-
Der Panzer Tersingkir! Julian Nagelsmann Dituding Perusak Mental Pemain Jerman
-
Dihentikan Brasil di Babak 32 Besar, Timnas Jepang Tetap Full Senyum Bawa Uang Rp69 M
-
ABM LOC Pastikan Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Siap Digelar di Stadion Manahan
-
Paraguay Singkirkan Jerman di Piala Dunia 2026, Gustavo Alfaro Bongkar Kunci Suksesnya
-
Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!