Suara.com - Manchester City saat ini menjelma sebagai salah satu klub top di dunia. Kesuksesan City bertransformasi ini tidak lepas dari pembelian pemain bintang.
Kondisi ini juga disebabkan oleh hadirnya Sheikh Mansour yang mengakusisi Manchester City pada 2008. Sejak saat itu, gelontoran dana segar diberikan untuk klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut.
Namun, selayaknya tim-tim lain, Manchester City pun pernah melakukan blunder dalam membeli pemain. Berikut ini deretan pembelian gagal Manchester City.
1. Eliaquim Mangala
Diprediksi bakal menjadi bek tengah yang tangguh, Manchester City rela merogoh kocek hingga 42 juta euro untuk memboyong Eliaquim Mangala dari FC Porto pada 2014.
Tapi, keinginan City menguap jadi sekadar harapan karena serangkaian cedera membuat penampilan Mangala menurun. Setelah sempat dipinjamkan ke Everton dan Valencia, kini Mangala berstatus pemain permanen di Valencia.
2. Wilfried Bony
Pemain asal Pantai Gading ini dibeli Manchester City dengan harga 25 juta poundsterling dari Swansea City pada Januari 2015. Harga itu menunjukkan ekspektasi besar pada dirinya.
Akan tetapi, Wilfried Bony gagal menunjukkan performa terbaiknya. Bony hanya mencetak 10 gol dari 46 penampilannya bersama The Citizens.
Baca Juga: Kepemilikan Brisbane Roar Bermasalah, Nama Bakrie dan Joko Driyono Mencuat
3. Jack Rodwell
Tampil menjanjikan di Everton dan dianggap sebagai talenta muda berbakat Inggris, Jack Rodwell diboyong Man City pada 2012 dengan biaya 12 juta poundsterling.
Akan tetapi, saat itu dia tak bisa bersaing di lini tengah City yang dipenuhi para bintang, macam Yaya Toure, David Silva, James Milner, Samir Nasri, dan Fernandinho. Rodwell akhirnya cuma tampil 25 laga dalam dua musim.
4. Jerome Boateng
Sebelum menjadi andalan Bayern Munich, Jerome Boateng pernah diboyong oleh Manchester City pada 2010 dengan banderol 10,4 juta poundsterling.
City terpikat karena Boateng merupakan pemain muda yang potensial bersama Hamburger SV. Akan tetapi, dia mengalami cedera dan jarang mendapat kesempatan bermain. Dia cuma tampil 24 kali sebelum akhirnya pindah ke Bayern pada Juni 2011.
Berita Terkait
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Lawan Tim yang Diperkuat Polisi Berusia 50 Tahun, Bayern Munich Menang Telak 15-0
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
Duo Man City Panas! Rodri Akui Salah Usai Ejek Bernardo Silva yang Gagal Cetak Gol
-
Tersingkir di Piala Dunia 2026, Riyad Mahrez Nyatakan Pensiun dari Timnas Aljazair?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard