Bola / bola-dunia
Reky Kalumata
Pemain depan Benfica Darwin Nunez (tengah) merayakan golnya ke gawang Barcelona dengan rekan setimnya Julian Weigl (kiri) dan Rafa Silva (kanan) selama pertandingan sepak bola grup E putaran pertama di stadion Luz di Lisbon pada 29 September 2021. PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP

Suara.com - Dua gol Darwin Nunez ke gawang Marc-Andre Ter Stegen membawa Barcelona dalam keterpurukan pada babak penyisihan Grup E Liga Champions 2021-2022.

Darwin Nunez menjelma sebagai pahlawan Benfica dalam kemenangan meyakinkan atas Barcelona pada matchday kedua Liga Champions musim ini.

Dua dari tiga gol kemenangan Benfica disarangkan Darwin Nunez ke gawang Barcelona dalam pertandingan yang digelar di Stadion Da Luz, Kamis (30/9/2021) dinihari WIB.

Kemenangan ini membawa Benfica menempel ketat Bayern Muenchen yang bertengger di peringkat pertama klasemen sementara grup.

Baca Juga: 5 Alasan Lionel Messi Tidak Akan Raih Trofi Ballon d'Or Tahun Ini

Di sisi lain Barcelona harus rela menjadi penghuni dasar klasemen setelah belum satupun mengumpulkan poin dari dua pertandingan.

Terlepas dari itu, sosok Darwin Nunez ternyata memiliki beberapa fakta menarik sebagai pesepak bola asal Uruguay yang mentas di Eropa.

Dah bahkan, sebelum Benfica mendapatkannya musim panas lalu Barcelona sudah lebih dulu mengincar Darwin sebagai pengganti Barcelona.

Menurut laman Know Insiders, Darwin merupakan pesepak bola Uruguay terkaya dengan kekayaan bersih mencapai 1,5 juta dolar AS.

Diperkirakan kekayaannya itu semakin bertambah seiring kariernya yang menanjak sebagai pesepak bola Amerika Latin yang berkarier di Eropa.

Baca Juga: Messi Pun Rela, Ini Awal Mula Strategi Pagar Betis Rebahan

Pemain berusia 22 tahun itu baru saja bergabung Benfica pada musim panas lalu, sebagai salah satu pemain incaran Barcelona.

Usut punya usut, Barcelona sudah lama mengincarnya sebagai pengganti Luis Suarez yang hijrah ke Atletico Madrid.

Berikut ini 5 fakta menarik Darwin Nunez, incaran yang justru menghancurkan Barcelona di babak penyisihan grup Liga Champions.

1. Diminati Klub-klub Liga Inggris

Usai menghabiskan satu musim di Liga Spanyol, penampilan Darwin membuat dua klub Liga Inggris kepincut, Brighton & Hove Albion dan Southampton.

Namun kedua klub Premier League itu kalah dalam perebutan jasanya, Nunez membubuhkan tanda tangannya untuk Benfica.

2. Potensi Nilai Jual Meroket

Performa mengagumkan Darwin Nunez membawa Almeira promosi ke kasta teratas Liga Spanyol musim lalu, meskipun mereka harus memecahkan rekor pembelian klub untuknya.

Penjualan Nunez ke Benfica dari klub divisi dua Liga Spanyol senilai 24 juta euro membuatnya menjadi yang termahal bagi Benfica.

Selisih dua juta ketika Benfica melepas Raul Jimenez ke Wolves dengan mahar 22 juta euro, Jorge Jesus selaku manajer sudah meramalkan masa depannya.

"Dia menjadi pembelian termahal Bencia, ketika tidak ada pandemi dia akan menjadi penjualan termahal kami," ucap Jorge Jesus dikutip dari Goal.

"Sayangnya, kami mungkin akan kehilangan dia dalam waktu dekat ini." imbuhnya.

3. Calon Mesin Pencetak Gol

Kualitasnya sebagai pesepak bola muda berusia 22 tahun terbukti saat Nunez berhasil menorehkan 16 gol dalam karier perdananya di Eropa musim lalu.

Nunez menjadi salah satu dari lima pemain divisi kedua Liga Spanyol dengan rata-rata melakukan tiga tembakan per pertandingan.

Kebiasaan itu berlanjut saat ia membela Benfica, hanya dua pemain Primera Liga Portugal musim ini yang lebih baik darinya.

4. Pemain Masa Depan Timnas Uruguay

Dua pencetak gol terbanyak dalam sejarah Uruguay sama-sama mendekati akhir karier internasional, Nunez satu-satunya generasi dengan beban tinggi.

Talentanya terlihat saat menyelamatkan Uruguay dari kekalahan saat melawan Peru, masuk sebagai pemain pengganti Nunez berhasil mencetak gol perdana untuk timnas.

Menariknya lagi, hal itu dibuat Nunez hanya dalam tempo lima menit setelah ia masuk ke lapangan.

Penampilan impresif Nunez di level timnas sudah terlihat saat membela Urugay di Piala Dunia U-19 2019, khususnya saat mengalahkan Norwegia dengan Erling Haaland.

5. Suksesor Suarez dan Cavani

Ketimbang Luis Suarez, Darwin Nunez justru lebih mirip Edinson Cavani dari segi postur tubuh dan fisiknya.

Seiring usia yang menggerus Suarez dan Cavani, Darwin Nunez tak lama lagi bakal menjadi pilihan utama pelatih Uruguay untuk sektor penyerangan.

Pemain senior timnas Uruguay, Walter Gargano bahkan tak bisa menahan kekagumannya pada Nunez dengan menyebutnya memiliki fisik lebih baik ketimbang Cavani.

"Dia mengingatkan saya pada Cavani sejak awal dan bahkan dengan fisik yang lebih kuat." ucap Walter Gargano.

Penulis: Eko Isdiyanto

Komentar