Bola / bola-dunia
Rully Fauzi
Gestur pelatih Napoli, Luciano Spalletti pada laga Liga Europa kontra Spartak Moscow di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, Jumat (1/10/2021). [Alberto PIZZOLI / AFP]

Suara.com - Napoli akhirnya menelan kekalahan pertama mereka musim ini, setelah enam kali menang di Liga Italia dan sekali seri di Liga Europa. Sang pelatih, Luciano Spalletti pun tampaknya tak bisa menyembunyikan kekesalannya.

Armada Spalletti ditundukkan wakil Rusia, Spartak Moscow pada laga matchday 2 Grup C Liga Europa 2021/2022.

Bermain di kandang sendiri di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, Jumat (1/10/2021) dini hari WIB, Napoli kalah 2-3 dari sang tamu.

Napoli sejatinya sempat unggul 1-0 di babak pertama. Akan tetapi, I Partenopei praktis harus kehilangan momentum usai bek sayap Mario Rui diganjar kartu merah pada menit ke-30.

Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Europa dan Liga Konferensi: Napoli dan Leicester Tumbang

Kehilangan satu pemain, Napoli tidak mampu menjaga pertahanannya dengan baik di babak kedua dan kebobolan tiga gol.

Meski Napoli sempat kembali mencetak gol di pengujung pertandingan, mereka akhirnya gagal meraih poin dari laga ini.

Yang menarik, Spalletti tampak geram setelah peluit panjang dibunyikan wasit. Spalletti pun diberikan kartu kuning oleh sang pengadil, setelah pelatih berusia 62 tahun itu berbicara intens dengan salah seorang ofisial Spartak.

Namun, Spalletti mengaku tidak mengerti mengapa wasit memberikannya kartu kuning.

Mantan allenatore AS Roma dan Inter Milan tersebut mengaku hanya ingin berbincang kepada staf pelatih Spartak yang mengejeknya di babak kedua.

Baca Juga: Hasil Liga Europa: Spartak Moscow Tundukkan Napoli 3-2

"Kelihatannya saya kesal dan panas, tapi tidak ada yang terjadi. Saya hanya memberi hormat kepada salah satu ofisial Spartak, karena dia mengejek kami sepanjang babak kedua," ungkap Spalletti dengan nada nyinyir.

"Saya hanya ingin menjabat tangannya," sambung pelatih berkepala plontos itu seperti dilansir football-italia, Jumat (1/10/2021).

Spalletti juga menyebut, sebenarnya Napoli memiliki peluang besar untuk kembali memimpin pertandingan di 15 menit terakhir. Sayangnya mereka tertekan dan tidak bisa meningkatkan permainan.

“Kami dapat meningkatkan beberapa hal meski kalah jumlah pemain, dan saya berharap untuk melakukan yang lebih baik di 15 menit terakhir, Akan tetapi kami tidak cukup terorganisasi. Karena itu kami kebobolan," tukasnya menyayangkan.

Klasemen Sementara Grup C Liga Europa 2021/2022:

baca juga

Komentar