Bola / bola-dunia
Rully Fauzi
Ekspresi penyerang Paris Saint-Germain, Lionel Messi (tengah) pada laga Ligue 1 Prancis kontra Rennes di Roazhon Park, Minggu (3/10/2021) malam WIB. [LOIC VENANCE / AFP]

Suara.com - Kejutan terjadi di laga pekan kesembilan Ligue 1 Prancis 2021/2022, saat tim bertabur bintang Paris Saint-Germain dipermalukan tuan rumah Rennes di Roazhon Park, Minggu (3/10/2021) malam WIB. PSG tersungkur dan kalah 0-2.

Meski tampil full team dengan menurunkan Lionel Messi, Neymar dan Kylian Mbappe sebagai trio lini serang, PSG tak bisa berbuat banyak di kandang Rennes.

Ketiga attacker kelas dunia tersebut, terlebih Messi, berhasil dimatikan para pemain bertahan Rennes sehingga minim impak.

Gol tuan rumah yang lahir di penghujung babak pertama dan awal babak kedua pun seakan benar-benar mematikan perlawanan PSG.

Baca Juga: Kelemahan Mulai Terekspos, Real Madrid Bidik Edinson Cavani dan Pau Torres pada Januari

Rennes unggul 1-0 sebelum half-time lewat gol Gaetan Laborde pada menit ke-45, sebelum keunggulan tuan rumah digandakan Flavien Tait selepas restart, tepatnya pada menit 46'.

Yang lebih memalukan bagi Messi dan kolega, PSG sama sekali tak berhasil mencatatkan tembakan ke gawang lawan sepanjang laga, meski mampu melepaskan 13 percobaaan tembakan.

13 tembakan tanpa menemui sasaran, tidak ada yang lebih buruk dari catatan ini di pentas Ligue 1. Setidaknya sampai laman statistik Opta mulai mengumpulkan data pertandingan per musim 2006/2007 silam

Penguasaan bola PSG yang mencapai 68 persen, berbanding tuan rumah yang hanya 32 persen, pun menjadi sia-sia belaka.

Kekalahan 0-2 di markas Rennes ini menjadi kekalahan perdana PSG di Ligue 1 Prancis musim ini, setelah sebelumnya mampu menyapu bersih delapan laga awal dengan kemenangan.

Baca Juga: Hasil Liga Spanyol: Real Madrid Dipermalukan Espanyol 1-2

Menanggapi kekalahan mengejutkan ini, pelatih PSG, Mauricio Pochettino mengakui tim amat sedih.

Pelatih asal Argentina itu mengungkapkan kekecewaannya lantaran para pemain PSG tak mampu memanfaatkan sederet peluang untuk menghasilkan gol.

"Kekalahan membuat kami sangat sedih. Kami mempunyai pemain-pemain top, Anda bisa bilang mereka adalah pemain-pemain elite, tentu mereka juga sedih atas kekalahan ini karena mereka pemain profesional dan di atas semua itu, mereka adalah manusia biasa yang juga mencintai klub (PSG)," tutur Pochettino seperti dilansir Express Sport.

Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino. [FRANCK FIFE / AFP]

"Kami tak mampu mencetak gol dari peluang yang telah diciptakan. Kami tidak senang, tapi harus melanjutkan pekerjaan. Kami harus tetap positif dan terus bekerja," sambung eks pelatih Tottenham Hotspur itu.

"Kami ingin kembali ke jalur kemenangan setelah jeda internasional nanti."

"Impak yang dihasilkan setelah kebobolan gol dari peluang pertama Rennes di babak kedua (gol yang membuat PSG tertinggal 0-2 di awal babak kedua) membuat kami amat kesulitan. Sementara bagi lawan, mereka bisa terus percaya kepada keberuntungan mereka," tukas Poch.

Pochettino punya waktu untuk memperbaiki apa yang perlu diperbaiki dari PSG selama jeda internasional berlangsung.

Klub berjuluk Les Rouge et Bleu itu baru akan beraksi lagi pada tanggal 16 Oktober nanti, di mana mereka bakal menjamu Angers di Parc des Princes, Paris dalam lanjutan Ligue 1.

Komentar