Saat ini, Man United dihuni oleh beberapa pemain bintang hampir di setiap posisinya. Tapi Solskjaer tak mampu mengeksploitasi kemampuan spesifik pemainnya dalam posisinya.
Sebagai contoh, ada Donny van de Beek yang kerap dicadangkan padahal ia tampil apik saat bermain di lini tengah. Lalu, Solskjaer pernah menaruh Paul Pogba yang notabene pemain tengah sebagai winger kiri dalam skema 4-2-3-1.
4. Tak Berdaya Melawan Tim yang Lemah
Poin nomor 4 ini berkesinambungan dengan poin pertama. Ketidakpahaman Solskjaer akan taktik dan tak adanya identitas permainan, membuat Man United sulit mengalahkan lawan-lawan yang notabene lemah.
Saat menghadapi Man United, tim-tim lemah cenderung bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Mau tak mau Solskjaer menginstruksikan pemainnya untuk menyerang tanpa adanya taktik yang jelas.
Alhasil, tak ada peluang berujung gol. Malah parahnya lagi, tak adanya sistem bertahan yang baik membuat Man United mudah kecolongan lewat serangan balik. Sebagai contoh ada laga melawan Istanbul Basaksehir musim lalu.
5. Kerap Salah Memilih Pemain yang Diturunkan
Sebagai seorang pelatih, Solskjaer wajib memahami kondisi pemain dan mengerti taktik yang akan lawan mainkan sebelum memilih pemain yang diturunkan.
Namun, kesulitan Solskjaer memahami taktik membuat Man United kerap salah menurunkan pemain dalam laga yang akan dimainkan.
Baca Juga: Jadwal Liga Champions Pekan Ini: Atletico vs Liverpool, Man United Jamu Atalanta
Sebagai contoh di laga melawan Everton beberapa waktu lalu, ia mencadangkan Cristiano Ronaldo yang tengah moncer. Belum lagi kala melawan Leicester City kemarin, di mana Solskjaer menurunkan Harry Maguire yang kabarnya dibekap cedera.
Selain itu, cara Solskjaer memilih pemain untuk posisi Double Pivot di skema 4-2-3-1. Entah bagaimana, ia kerap salah dalam memilih pemain yang berujung rusaknya keseimbangan di lini tengah Setan Merah.
Memang Man United tak punya gelandang bertahan murni. Tapi itu bukan alasan mengingat banyaknya opsi yang ia miliki untuk sektor tersebut.
Penulis: Zulfikar Pamungkas
Berita Terkait
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
Brighton Perpanjang Kontrak Fabian Huerzeler hingga 2029
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Ruang Ganti Manchester United Makin Solid, Amad Diallo Dukung Carrick Permanen
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati