-
Media Belanda mengkritik Ajax karena membayar 1,25 juta euro untuk transfer Maarten Paes.
-
Nilai pasar Maarten Paes dianggap hanya 900 ribu euro sehingga Ajax dinilai merugi.
-
Kedatangan Paes menyebabkan kiper senior Remko Pasveer segera meninggalkan klub menuju Heracles Almelo.
Suara.com - Rencana besar Ajax Amsterdam mendatangkan penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes, memicu perdebatan panas di Belanda.
Kritik pedas datang dari berbagai pengamat sepak bola Eropa yang memantau pergerakan bursa transfer klub Eredivisie tersebut.
Salah satu media yang paling keras menyuarakan keberatan atas transaksi ini adalah Football Transfers melalui ulasan terbarunya.
Mereka memberikan penilaian negatif terhadap langkah manajemen Ajax yang dianggap melakukan pemborosan anggaran demi satu pemain.
Besaran nilai transfer yang disepakati menjadi titik utama munculnya gelombang kecaman dari publik sepak bola negeri kincir.
Sorotan Tajam Media Belanda
Meski begitu, proses perpindahan status kepemilikan sang pemain dari FC Dallas menuju Ajax dikabarkan sudah mencapai tahap akhir.
Pakar transfer dunia, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa durasi masa kerja sang pemain telah disepakati hingga tahun 2029 mendatang.
Di sisi lain, laporan dari Soccer News mengonfirmasi bahwa kesepakatan finansial kedua klub menyentuh angka 1,25 juta euro.
Baca Juga: Anak Eks Winger Andalan PSV Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Siapa Dia?
Nominal fantastis tersebut justru dipandang sebagai sebuah kekeliruan besar bagi stabilitas finansial tim sebesar Ajax Amsterdam saat ini.
Media setempat menganggap valuasi pasar sang kiper jauh lebih rendah dibandingkan harga jual yang dipatok oleh klub Amerika.
Kritik Pedas Terhadap Manajemen Ajax
Pihak Football Transfers secara terang-terangan menyebut manajemen klub raksasa tersebut tidak jeli dalam melihat potensi nilai investasi pemain.
"Ajax tertipu dalam transfer tersebut," tulis Football Transfers dalam laporan yang memicu kegemparan di kalangan pendukung klub Amsterdam tersebut.
Analisis data menunjukkan bahwa terdapat selisih angka yang cukup signifikan antara nilai pasar riil dengan biaya yang dikeluarkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Marc Klok: Ini Mentalitas Juara
-
Bojan Hodak Akui Persib Bandung Salah Start Meski Menang 4-2 atas Bhayangkara FC
-
Tak Cuma Fadly Alberto Hengga, Inilah Daftar Pemain Bhayangkara FC U-20 yang Disanksi PSSI
-
Nuno Espirito Santo Ungkap Persaingan Degradasi Premier League Sengit
-
Arne Slot Lega Cedera Mohamed Salah Tak Parah, tapi Absen Lawan Manchester United
-
Manchester United Masih Kaji Opsi Pelatih, Michael Carrick Jadi Kandidat Terkuat
-
Mason Greenwood Dianggap Terlalu Bagus untuk Marseille, Disarankan Hengkang
-
Kevin Diks hingga Ole Romeny Boleh Tampil, Timnas Indonesia Auto Juara FIFA ASEAN Cup 2026?
-
Komdis PSSI Resmi Jatuhi Fadly Alberto Hukuman Berat!
-
Banyak Klub Incar Gonzalo Garcia, Real Madrid Siap Lepas di Musim Panas