Suara.com - Pelatih RB Leipzig Jesse Marsch menilai laga melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada pertandingan ketiga Grup A Liga Champions pada Selasa malam waktu setempat akan menjadi tugas yang besar.
"Ini akan menjadi tugas besar untuk kami, tapi di waktu yang bersamaan adalah kesempatan untuk kami mendapatkan hasil yang bagus," ujar Jesse Marsch dikutip dari situs resmi klub, Selasa.
Pelatih asal Amerika Serikat itu menilai, saat ini timnya jelas membutuhkan poin untuk dapat bersaing di Grup A Liga Champions dan PSG adalah lawan yang mempunyai lini serang terbaik di dunia.
Marsch menilai lini serang PSG yang dihuni oleh Lionel Messi, Neymar dan Kylian Mbappe adalah pemain yang memiliki kualitas baik dan senang bermain bersama satu sama lain.
"Nomor di grup kami sudah jelas: kami membutuhkan poin. PSG adalah sisi yang hebat dengan mungkin lini serang terbaik di dunia. Kualitas yang dimiliki ketiganya (Messi, Neymar, Mbappe), serta kesenangan mereka bermain satu sama lain, jelas terlihat," jelas Marsch.
Dirinya juga menyoroti kehadiran Lionel Messi di tubuh PSG yang beberapa tahun terakhir disebut sebagai satu di antara pemain sepak bola terbaik di dunia saat ini.
Marsch mengatakan dengan bercanda mungkin dirinya perlu menyiapkan tujuh pemain untuk menghentikan Messi, Mbappe dan Neymar pada pertandingan nanti.
"Lionel Messi adalah nama yang selalu muncul dalam diskusi untuk pemain terbaik di dunia. Mungkin Anda akan menggunakan tujuh pemain untuk bertahan mencoba menghentikan mereka (tertawa)," ucap Marsch.
RB Leipzig akan menghadapi Paris Saint-Germain di pertandingan ketiga Liga Champions Grup A pada Selasa malam waktu setempat di Stadion Parc Des Princes, Paris.
Baca Juga: Hadapi Manchester City, Philippe Clement Pastikan Club Brugge Tak Gentar
Saat ini, RB Leipzig berada di peringkat empat tanpa satu poin pun. Sedangkan Paris Saint-Germain berada di peringkat pertama Grup A Liga Champions dengan raihan 4 poin dari dua laga.
Berita Terkait
-
Cremonese Tak Permanenkan Emil Audero, Timnas Indonesia Bakal Miliki 2 Wakil di Liga Champions?
-
Feyenoord Pecat Robin van Persie, Tak Puas Meski Finis Peringkat Dua Eredivisie
-
Julian Alvarez Tidak Minat Gabung Dua Klub Finalis Liga Champions
-
Bisakah Kanada Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali? Intip Kekuatan The Reds di Piala Dunia 2026
-
Pernah Dilatih Andoni Iraola, Bek PSG Ilya Zabarnyi Masuk Radar Transfer Liverpool
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti