Suara.com - Borneo FC akan menjamu PSM Makassar pada pertandingan pekan kedelapan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (22/10/2021).
Pertandingan ini sangat penting bagi Borneo FC yang masih berusaha keluar dari tren negatif. Di pekan sebelumnya, tim berjuluk Pesut Etam itu kalah 0-3 dari Tira Persikabo.
Salah satu pemain Borneo FC, Sultan Samma, meminta rekan-rekannya untuk segera bangkit. Kemenangan harus segera didapat untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Dari tujuh pertandingan yang sudah dijalani, Borneo FC baru satu kali meraih kemenangan, empat imbang, dan dua kekalahan.
"Pertandingan kemarin sudah selesai, sekarang kami fokus lagi menatap pertandingan berikutnya," kata Sultan Samma.
Sementara PSM Makassar tentu saja ingin melanjutkan tren positif untuk tetap bersaing di papan atas klasemen. Kini, Juku Eja --julukan PSM Makassar-- ada di posisi 5 dengan perolehan 12 poin.
Selisih enam angka dari PSIS Semarang yang saat ini ada di posisi puncak. Jika terus menang, bukan tidak mungkin PSM bisa menggeser posisi mereka.
Meski begitu, pelatih PSM Makassar, Milomir Seslija, tak mau menganggap remeh calon lawannya besok. Pelatih 52 tahun tersebut menilai Borneo FC memiliki potensi berbahaya.
"Borneo memiliki kedalaman skuad bagus. Kami juga dalam kondisi baik dan Anco Jansen telah bisa bermain dengan tim," ujar Milomir Seslija.
Baca Juga: Madura United Vs Persija, Rezaldi: Kami Ingin Menang
PSM punya modal yang bagus menghadapi laga ini setelah di pekan sebelumnya mengalahkan juara bertahan Bali United dengan skor 2-1.
Perkiraan susunan Pemain
Borneo FC (4-5-1): Angga Saputro, Marckho Sandi Merauje, Wildansyah, Safrudin Tahar, Javlon Guseynov; Hendro Siswanto, Nuriddin Davronov, Terens Owang Priska, Jonathan Ezequiel Bustos, M Sihran; Fransisco Torres.
Pelatih: Risto Vidakovic Savic
PSM Makassar (4-3-3): Hilman Syah; Zulkifli Syukur, Serif Hasic, Hasim Kipuw, Abdul Rahman; Sutanto Tan, Bektur Talgat Uulu, Willem Jan Pluim; Ilham Udin Armaiyn, Yakob Sayuri, Anco Jansen.
Pelatih: Milomir Seslija
Tag
Berita Terkait
-
Persita Tangerang Vs Tira Persikabo Liga 1 2021, Ini Prediksinya
-
Prediksi Persib Bandung vs PSS Sleman di BRI Liga 1 2021/2022
-
Prediksi Persita Tangerang vs Tira Persikabo di BRI Liga 1 2021/2022
-
Achmad Jufriyanto Akui Kemenangan Lawan Bhayangkara FC Dongkrak Moral Persib
-
Persebaya dan Persela Berbagi Poin dalam Derby Jatim di Maguwoharjo
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati