Suara.com - Klub Brazil Gremio pada Senin terancam sejumlah sanksi, termasuk kemungkinan larangan pertandingan kandang di masa depan, setelah penggemar mereka yang marah menyerbu masuk lapangan dan menghancurkan layar Video Assistant Referee (VAR) menyusul kekalahan 3-1 dari Palmeiras.
Fans tuan rumah melampiaskan kemarahan mereka setelah VAR menganulir gol penyama kedudukan di menit-menit terakhir pertandingan pada Minggu yang berakhir dengan skor 2-1.
Palmeiras kemudian mencetak gol kemenangan pada saat tambahan waktu untuk memastikan meraih tiga poin sekaligus menempatkan Gremio berada di urutan kedua terbawah Serie A Brazil.
Sejumlah fans Gremio lalu menyerbu lapangan sementara lainnya membuat onar di tribun stadion. Atas kericuhan itu, para pemain berlari meninggalkan lapangan dan mencari perlindungan di ruang ganti.
Ronaldo Botelho Piacente, jaksa agung Mahkamah Agung Olahraga Brazil, mengatakan penyelidikan bisa menyebabkan Gremio dikenai denda hingga 100.000 reais (17.600 dolar AS) dan dipaksa bermain sebanyak 10 pertandingan secara tertutup atau di tempat alternatif yang jauh dari Porto Alegre.
"Ini akan diselidiki," kata Piacente kepada O Globo. "Arahnya adalah Gremio kehilangan hak laga kandang."
Kericuhan penonton di arena modern Gremio itu terjadi meski stadion-stadion di Brazil hanya mengizinkan penonton dalam jumlah terbatas karena kekhawatiran akan penyebaran COVID-19, demikian Reuters seperti dimuat Antara.
Berita Terkait
-
Tottenham Pilih Igor Tudor karena Ditolak Pelatih Palmeiras?
-
Neymar Akhirnya Cetak Hat-trick Lagi Setelah 4 Tahun, Santos Keluar dari Zona Merah
-
Gabriel Jesus Ogah Tinggalkan Arsenal tapi Mau Pulang ke Palmeiras, Kok Gitu?
-
Air Mata Neymar: Saya Malu, Ini Kekalahan Terburuk dalam Hidup Saya
-
Tak Berisik, Pemain Keturunan Ini Bawa Klub Liga Brasil ke Puncak Klasemen
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Penyelamatan Krusialnya Jadi Kunci, Lille Pamerkan Aksi Heroik Calvin Verdonk
-
Terungkap! Maarten Paes Blak-blakan Soal Peran Penasihat Teknis PSSI di Balik Transfernya ke Ajax
-
Alasan Ivar Jenner Tiba-tiba Absen dari Skuad Dewa United, Dibekap Cedera?
-
Serangan AS-Israel: Liga Iran Resmi Dihentikan, Pemain Asing Pilih Angkat Kaki
-
Media Italia Klaim Jay Idzes Sebagai Rekrutan Terbaik Sassuolo Musim Ini
-
Maarten Paes Gantungkan Harapan ke John Herdman: Timnas Indonesia Harus Naik Level Dunia
-
Viking Ajak 193 Anak Yatim Nonton Persib, Doa Jadi Kekuatan Tambahan
-
Nova Arianto Gelar TC Timnas Indonesia U-20, Muncul Penyerang Keturunan Australia
-
Manchester United vs Crystal Palace: Setan Merah Pincang, 4 Bintang Masuk Ruang Perawatan
-
5 Pemain Muda Super League yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia