Suara.com - PSMS Medan berhasil mewujudkan ambisinya mendulang tiga poin setelah mengalahkan KS Tiga Naga dengan skor 3-1 pada putaran kedua Liga 2 Indonesia grup A yang digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Kamis (4/11/2021).
Gol-gol PSMS masing-masing diciptakan Iman Budi Hernandi pada menit ke-5, Yohanis Nabar menit ke-8 dan Rachmad Hidayat menit ke-64.
Sementara gol balasan KS Tiga Naga diciptakan Dilivio Rychard Mamuka pada menit ke-17.
Pelatih PSMS Ansyari Lubis usai laga kedua tim mengatakan, ia mensyukuri kemenangan yang diraih anak-anak asuhnya dari KS Tiga Naga.
Artinya, lanjut dia, target yang dicanangkan sejak awal untuk meraih tambahan tiga poin tercapai dengan baik, berkat kerja keras semua pemain selama 90 menit jalannya laga.
Kemenangan tersebut, kata dia, tidak terlepas dari solid dan disiplinnya semua pemain menjalankan tugasnya masing-masing seperti yang sudah diinstruksikan sejak awal sebelum laga berjalan.
"Kemenangan ini berkat kesolidan semua pemain. Anak-anak main cukup baik, mulai dari lini belakang, tengah dan depan. Ini lah kunci kemenangan kita kali ini, " katanya.
Kemenangan atas KS Tiga Naga, lanjut dia, menjadi motivasi bagi tim untuk menatap laga selanjutnya karena masih ada empat laga lagi yang harus dijalani untuk lolos ke babak selanjutnya.
"Harus tetap rendah hati dan tetap semangat karena perjalanan masih panjang. Tetap berpijak di bumi dan berjuang dengan lebih keras karena perjuangan kita masih panjang," katanya.
Baca Juga: Bocor Irfan Bachdim Jalani Sesi Foto Jersey Persis Solo, Segera Diresmikan?
Sementara, salah seorang pemain PSMS Yohanis Nabar, mengatakan, dirinya secara pribadi mensyukuri kemenangan itu, tapi ia tetap menyadari bahwa perjuangan masih cukup panjang.
"Kami harus tetap waspada karena lawan-lawan semuanya sama bahayanya. Masih ada empat laga lagi yang harus dijalani untuk bisa lolos ke babak selanjutnya, " kata Yohanis seperti dimuat Antara.
Berita Terkait
-
Cerita Pemain Jepang Yusuke Sasa Main di Tangerang, Depok hingga Jadi Mualaf di Bogor
-
3 Gebrakan John Herdman Usai Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Blusukan ke Liga 2, Inilah 3 Berlian Tersembunyi yang Bisa Dilirik John Herdman
-
John Herdman 'Blusukan' ke Liga 2, Berencana Orbitkan Pemain Baru?
-
Persipura Jayapura Persembahkan Kemenangan untuk Mettu Dwaramury, Owen: Kami Fokus di Papan Atas
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?
-
Gagal ke Final, Diego Simeone Beberkan Dua Alasan Kekalahan Atletico Madrid dari Arsenal
-
Hasan Salihamidzic Legenda Bosnia: Dari Medan Perang Hingga Bayern Munchen dan Juventus
-
Persija Jakarta Dihantam Sanksi Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Lionel Messi Bidik 3 Rekor Kelas Dewa di Piala Dunia 2026, Ronaldo Makin Ketinggalan
-
Fakta Menarik Jelang Piala Dunia 2026: Brasil Paling Sering Tampil, Meksiko Si Rajin Tanpa Gelar