Bola / liga-spanyol
Syaiful Rachman
Xavi Hernandez ketika masih melatih Al Sadd. [AFP]

Suara.com - Meskipun caretaker Sergi Barjuan berusaha melakukan yang terbaik untuk meninggalkan Barcelona dalam kondisi prima bagi Xavi Hernandez, buruknya performa Blaugrana di markas Celta Vigo, Sabtu (6/11/2021), menunjukkan jika tim tersebut memiliki banyak masalah.

Meski berhasil mendapatkan hasil positif di ajang Liga Champions di pertengahan pekan untuk menjaga peluang mereka di kompetisi Eropa mereka tetap hidup, di kancah dometik Barcelona masih terseok.

Tercatat, Barcelona tanpa kemenangan di empat pertandingan berturut-turut La Liga.

Selebrasi Nolito setelah mencetak gol kedua Celta Vigo dalam pertandingan LaLiga pekan ke-13 lawab Barcelona pada 6 November 2021. ANTARA/REUTERS/MIGUEL VIDAL

Teranyar, Barcelona hanya mampu bermain imbang 3-3 di markas Celta Vigo akhir pekan kemarin.

Baca Juga: Dukung Xavi Hernandez, Iniesta: Dia Siap Latih Barcelona

Hasil tersebut menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya dalam laga itu Barcelona sempat unggul 3-0 atas Celta.

Dalam laga di Balaidos, Ansu Fati membuka keunggulan di menit ke-5. Disusul gol Sergio Busquets di menit 18 dan Memphis Depay di menit 34.

Namun, kemenangan yang sudah ada dalam genggaman lepas setelah Celta mencetak tiga gol di babak kedua. Yaitu lewat aksi Iago Aspas di menit 52 dan 90+6, dan gol Manuel Agudo Duran di menit 74.

Hasil pertandingan di Balaidos menunjukkan jika masalah para pemain bukan sekedar teknis dan strategi sepak bola. Karena di akhir pertandingan, para pemain Barcelona terlihat grogi. Khususnya setelah Celta mengubah kedudukan 3-2.

Bahkan terdengar kabar Philippe Coutinho menolak bangkit dari bangku cadangan menggantikan Ansu Fati yang cedera. Saat didesak untuk dimintai penjelasan, penolakan Sergi untuk memberikan jawaban justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan.

Baca Juga: Frenkie de Jong: Barcelona Lupa Cara Bermain

Gelandang Barcelona Frenkie de Jong mengindikasikan masalah di ruang ganti pemain, dan dia frustrasi dengan kondisi skuad saat ini.

Tak lama lagi sang legenda Barcelona, Xavi Hernandez akan datang. Ia akan mengambil alih kepemimpinan Los Cules dari tangan Sergi barjuan.

Pekerjaan berat pun menanti Xavi. Khususnya masalah 'mental' para pemain yang sebelumnya disebut-sebut sejak era Ronald Koeman.

Berikut tiga masalah utama yang harus dibenahi Xavi Hernandez di Barcelona seperti dilansir Marca, Senin (8/11/2021).

Xavi Hernandez di acara perpisahannya dengan fans Barcelona [AFP]

Masalah Pertahanan

Xavi harus menyelesaikan masalah pertahanan Barcelona. Mereka memiliki masalah dalam pertahanan di sepanjang musim ini.

Eric Garcia yang didatangkan dari Manchester City di bursa transfer musim panas tahun ini pun mengalami kesulitan beradaptasi dengan para seniornya.

Begitu juga dengan kasus Marc-Andre ter Stegen yang performanya terjun bebas. Dari salah satu penjaga gawang terbaik di La
Liga menjadi titik terlemah tim.

Badai Cedera Pemain

Sekali lagi, Barcelona tidak beruntung dengan cedera. Mereka saat ini memiliki sebanyak 11 pemain di yang mendapatkan perawatan. Fakta yang sudah pasti akan membuat pekerjaan Xavi menjadi rumit di awal.

Filosofi dan Gaya Bermain Barcelona

Tentu saja, Xavi juga harus menyelesaikan masalah di lapangan, yang merupakan satu area yang tidak diragukan oleh siapa pun.

Banyak orang percaya Xavi mampu mengubah gaya bermain Barcelona kembali atraktif sesuai dengan filosofi klub.

Akan tetapi hal tersebut tidak akan mudah mengingat Xavi Hernandez harus bisa 'menjinakkan' para pemain yang mayoritas bukan jebolan akademi La Masia.

Berbeda dengan ketika Xavi masih menjadi jenderal di lini tengah Barcelona di bawah asuhan Josep Guardiola, di mana mayoritas pemain Los Cules ketika itu adalah binaan akademi sepak bola mereka sendiri.

Komentar