- Pemilihan presiden FC Barcelona 2026 mengerucut pada dua kandidat, yakni Joan Laporta dan Victor Font, setelah verifikasi selesai.
- Setiap calon wajib mengumpulkan minimal 2.337 tanda tangan sah anggota klub untuk lolos tahap pemungutan suara final.
- Laporta unggul signifikan dengan 7.226 tanda tangan sah, menghadapi Font yang mengantongi 4.440 dukungan.
Suara.com - Panas! Pilpres Barcelona 2026 Mengerucut Dua Kandidat: Joan Laporta vs Victor Font
Pemilihan presiden FC Barcelona tahun 2026 resmi mengerucut menjadi duel dua kandidat.
Klub mengumumkan hanya Joan Laporta dan Victor Font yang lolos ke tahap pemungutan suara final.
Setiap calon diwajibkan mengumpulkan minimal 2.337 tanda tangan dari anggota klub agar bisa maju ke pemilihan.
Dari sejumlah kandidat yang mendaftar, hanya Laporta dan Font yang berhasil memenuhi syarat tersebut setelah proses verifikasi selesai.
Kandidat lain seperti Marc Ciria sebenarnya sempat mengajukan 2.844 tanda tangan.
Namun setelah pemeriksaan, sebanyak 598 tanda tangan dinyatakan tidak valid, sehingga jumlahnya turun menjadi 2.247 atau 90 suara lebih sedikit dari syarat minimum.
Laporta tampil dominan dalam fase nominasi dengan mengumpulkan 8.170 tanda tangan.
Setelah verifikasi yang menggugurkan 944 dukungan, ia tetap memimpin dengan total 7.226 tanda tangan sah.
Baca Juga: Mitratel - AALTO Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi
Sementara itu, Font menyerahkan 5.144 tanda tangan kepada panitia pemilihan.
Setelah 704 dukungan dinyatakan tidak valid, ia masih mengantongi 4.440 tanda tangan, terpaut 2.786 dukungan dari Laporta.
Sebelumnya sempat muncul wacana koalisi antara Ciria, Font, dan Xavier Vilajoana untuk menantang dominasi Laporta.
Namun hingga batas akhir verifikasi, tidak ada kesepakatan yang tercapai di antara para kandidat oposisi.
Pemilihan kali ini juga menjadi ulangan duel Laporta vs Font pada 2021. Saat itu Laporta menang telak dengan 30.184 suara (54,28 persen), sementara Font meraih 16.679 suara (29,99 persen).
Laporta kini difavoritkan untuk kembali memimpin klub dalam periode keempatnya.
Berita Terkait
-
Mitratel - AALTO Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi
-
Ricuh Copa Del Rey! Polisi Dituding Membiarkan Bus Atletico Madrid Diserang Ultras Barcelona
-
Pemilu Presiden Barcelona Sengit! Kandidat Lain Usung Koalisi Bersama Lawan Joan Laporta
-
Kenapa Barcelona Gagal ke Final Copa del Rey meski Menang 3-0 atas Atletico Madrid?
-
Dibantai Barcelona 3-0, Atletico Madrid Tetap Melaju ke Partai Final Piala Raja
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Murka Ronald Koeman Usai Belanda Ditekuk Aljazair di Rotterdam
-
Viral! Jingkrak-jingkrak dan Tangis Pemain Klub Korut Saat Bertemu Kim Jong-un
-
Mau Jersey Legendaris Pele saat Final Piala Dunia 1958? Cukup Siapkan Uang Segini
-
FIFA Harus Bertindak! Pemain Timnas Putri Palestina Diseret Israel ke Penjara
-
Belanda Takluk dari Aljazair, Alaram Bahaya De Oranje Jelang Piala Dunia 2026
-
Lepas Bek Layvin Kurzawa, Persib Bandung Ucap Pesan Menyentuh
-
Mengejutkan! Mirza Mustafic Tinggalkan Bali United, Ekspatriat Kedua yang Hengkang
-
Bawa Nama PSIM Yogyakarta, Rahmatzoda Merasa Terhormat Kembali ke Timnas Tajikistan
-
Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko
-
Tanpa Sehelai Benang Model Brasil Tempeli Tubuhnya dengan Stiker Piala Dunia